Kalteng

BKD Kalteng Belum Umumkan Formasi CPNS 2019, Ini Penyebabnya

PALANGKA RAYA – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Tengah masih menunggu informasi lanjutan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), terkait penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019.

“Belum ada kabar, kami semua juga masih menunggu informasi selanjutnya,” kata Kepala Bidang Pengembangan BKD Kalteng Suhufi di Palangka Raya, Jumat (8/11/2019).

Suhufi menjelaskan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI telah mengeluarkan petunjuk teknis terkait pelaksanaan penerimaan CPNS tahun 2019.

Sedangkan yang masih pihaknya tunggu adalah informasi lanjutan dari BKN, terkait petunjuk sejumlah hal yang diperlukan dalam pengumuman penerimaan CPNS 2019.

“Jadi semuanya belum bisa dipastikan dan formasi yang tersedia pada penerimaan CPNS lingkup pemprov juga belum bisa kami umumkan, hingga ada petunjuk selanjutnya dari BKN,” terangnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BKD di kabupaten dan kota, serta provinsi lain, namun semuanya rata-rata juga masih menunggu informasi lanjutan tersebut.

Kemudian terkait informasi yang ramai beredar, bahwa peserta yang dinyatakan lulus pada tahap seleksi kemampuan dasar (SKD) namun tidak lulus seleksi kemampuan bidang (SKB) CPNS tahun 2018, bisa langsung berpartisipasi ke tahap SKB pada tahun 2019 juga belum diketahui kebenarannya.

“Kami juga belum mengetahui itu apakah akan benar-benar diterapkan ataukah tidak. Jadi semuanya kami harapkan bersabar, sebab apabila pengumuman sudah bisa dilakukan tentu hal itu akan segera kami lakukan,” ungkapnya.

Sementara itu kuota keseluruhan formasi penerimaan CPNS tahun 2019 di lingkup pemprov berjumlah 381 orang, terdiri dari tenaga guru 268 orang, tenaga kesehatan 71 orang dan tenaga teknis lainnya 42 orang.

Untuk tenaga guru minimal sarjana atau S1 dan formasi yang tersedia kebanyakan mengarah kepada ilmu pengetahuan sains, sehingga nantinya lebih dominan pada pendidikan yang bersifat eksak.

Kemudian untuk tenaga kesehatan akan lebih banyak pada ilmu keperawatan dan D3, sedangkan tenaga teknis lainnya, semua minimal sarjana atau S1, banyak mengarah pada ilmu sosial, IT dan lainnya. (ant/ari)

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Topik
Show More

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan