Indonesia Melawan Kampanye Hitam Sawit Eropa

JAKARTA – Pemerintah dan pengusaha Indonesia tampaknya tidak mau tinggal diam lagi atas sikap Uni Eropa (UE) terhadap komoditas .

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengumpulkan pengusaha sawit di kantornya. Pertemuan tersebut membahas langkah yang akan ditempuh untuk melawan kampanye hitam kelapa sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE).

“Untuk memutuskan sesuatu kita berikan saja informasi mengenai perkembangan terakhir mengenai langkah-langkah Eropa,” kata Darmin di kantornya, Senin (25/3/2019).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor menyebutkan pengusaha siap mendukung semua langkah yang akan diambil pemerintah dalam melawan UE.

“Mendukung pemerintah, apapun yang dilakukan pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerintah pengusaha siap mendukung dan pengusaha ikut serta bersama pemerintah,” jelas dia.

Seperti diketahui, pemerintah akan menggugat UE melalui organisasi perdagangan dunia atau Trade Organization (WTO). Namun pemerintah juga mendorong para pengusaha melakukan gugatan melalui setempat.

Senada, Wakil Ketua Umum III , Togar Sitanggang mengatakan pengusaha akan terus menjalin komunikasi dan berdiskusi dengan pemerintah mengenai sikap atau tindakan yang akan ditempuh.

“Kita akan pertimbangkan semua saran pemerintah. Kita sebagai mitra pemerintah akan terus saling berbicara dan berdiskusi langkah-langkah yang kita ambil,” jelas dia.

Namun demikian, dia menyatakan pengusaha perlu waktu untuk mempelajari lebih jauh sebelum melayangkan gugatan.

Selain itu, menurutnya, gugatan baru bisa dilakukan setelah UE mensahkan European Union's Delegated Regulation di tingkat parlemen mereka. Jika sudah disahkan, aturan tersebut dapat menjadi payung bagi UE melakukan diskriminasi sawit.

“Begitu mereka sahkan, kita akan melakukan langkah-langkah litigasi terhadap mereka. Ada banyak hal yang kita diminta laksanakan untuk litigasi. Kita akan pelajari semuanya,” tutupnya.