5. Penderita HIV tidak dapat memiliki anak
Bila seorang pria menderita HIV namun rutin menjalani pengobatan hingga viral load dalam darahnya sangat rendah, maka risiko pria tersebut untuk menularkan HIV ke istri dan anaknya juga menjadi sangat rendah atau mendekati nol.
Hal yang sama juga berlaku untuk wanita yang memiliki virus HIV. Konsumsi obat antiretroviral secara teratur dapat menurunkan risiko virus menular kepada bayinya saat wanita tersebut melahirkan atau menyusui.
6. Orang yang memiliki hasil tes HIV negatif dapat berhubungan tanpa proteksi
Tes HIV bekerja dengan cara mendeteksi antibodi khusus yang dihasilkan oleh sel darah putih untuk melawan virus HIV. Bila hasil tes HIV seseorang negatif, artinya ia tidak memiliki antibodi terhadap HIV. Namun, bukan berarti orang tersebut pasti tidak memiliki virus HIV.
Kadang diperlukan waktu 1-3 bulan sebelum antibodi HIV yang diproduksi oleh tubuh dapat terdeteksi. Oleh karena itu, penggunaan kondom saat melakukan hubungan seks tetap disarankan untuk menghindari penularan virus HIV dari orang yang hasil tes HIV-nya negatif sekalipun.
7. Orang yang tidak mengalami gejala HIV/AIDS tidak memiliki virus HIV
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, virus HIV dapat menginfeksi seseorang tanpa menimbulkan gejala selama 10-15 tahun. Orang yang tidak memiliki tanda atau gejala apa-apa belum tentu tidak memiliki virus HIV di dalam tubuhnya.
8. Bila pasangan sama-sama positif HIV, maka tidak perlu menggunakan kondom saat berhubungan seks
Meskipun kedua pihak sama-sama memiliki virus HIV, penggunaan kondom saat berhubungan seks tetap disarankan untuk mencegah penularan virus HIV yang berbeda tipe (strain) atau yang kebal terhadap obat antiretroviral.
Itulah fakta di balik beragam mitos HIV/AIDS yang keliru. Ada tiga hal penting yang perlu Anda ingat. Pertama, virus HIV hanya ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom, darah, atau air susu ibu. Jadi, orang yang terinfeksi HIV tetap bisa beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain seperti biasa.
Kedua, tidak mengalami gejala apa pun bukan berarti tidak terinfeksi virus HIV. Berkonsultasilah dengan dokter untuk menjalani tes HIV, terutama bila Anda berisiko tertular virus ini, misalnya karena melakukan hubungan seks tanpa kondom atau menggunakan jarum suntik bekas orang lain.
Ketiga, infeksi virus HIV dapat dikendalikan dengan konsumsi obat antiretroviral secara teratur, sehingga penyakit tidak berkembang menjadi AIDS. Oleh karena itu, bila Anda mengalami infeksi virus HIV, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. (alodokter)





