Aries Susanti, Perempuan Pemanjat Tebing Tercepat di Dunia

Belum lama tergabung di pelatnas, Aries melakukan debut internasionalnya. Ia langsung mencetak prestasi dengan meraih medali emas dalam kejuaraan panjat tebing Asian Championship 2017 untuk nomor speed relay.

Namanya semakin melejit saat ia untuk kali pertama turun di kategori perorangan. Di situ, ia sukses membuktikan dirinya serta timnya dengan menjuarai IFSC World Cup Serie Chongping, China 2018 dalam nomor speed world record. Ia pun menjadi salah satu andalan timnas Indonesia pada ajang multieven Asian Games 2018 untuk nomor speed.

Di Asian Games 2018, lagi-lagi ia tampil menonjol dan secara mengejutkan berhasil mengalahkan seniornya, Puji Lestari untuk merengkuh gelar juara di nomor speed perorangan.

Dengan capaiannya yang gemilang, kisahnya telah diadaptasi ke dalam film biopik berjudul 6,9 detik. Aries membintangi sendiri film yang digarap oleh Sutradara Lola Amaria itu.

Tak hanya itu, namanya juga tercatat dalam Forbes 30 Under 30: Asia’s Female Athletes. Ia bersanding dengan atlet-atlet perempuan berprestasi lainnya seperti petenis Naomi Osaka, perenang Jepang Rikako Ikee, dan atlet catur Kazakhstan Dinara Saduakassova.

Kini, ia pun tengah mempersiapkan diri bertanding di kejuaraan akbar dunia yakni Olimpiade 2020 Tokyo. Di sana, panjat tebing untuk pertama kalinya dipertandingkan dan melombakan nomor kombinasi speed, lead, dan bolder.

Aries Susanti Rahayu adalah bukti perjuangan perempuan yang bisa mematahkan anggapan bahwa olahraga ekstrem, khususnya hanya identik sebagai kegiatan maskulin. Ataupun stigma lain mengenai perempuan yang kurang mampu berbicara banyak dibandingkan laki-laki, dan sebagainya.

Namun, ada satu hal yang lebih penting. Mengutip dari juara olimpiade seluncur es AS Michelle Kwan yang mengatakan bahwa keterlibatan perempuan dalam olahraga “bukan hanya sekadar tentang memberikan seorang gadis kesempatan untuk bermain, tapi tentang memberikan seorang gadis kesempatan untuk bermimpi.” (ant/ari)