Muara Teweh – Pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang digelar di Gedung Balai Antang menuai sorotan tajam dari kalangan jurnalis setempat.
Acara resmi pemerintahan yang seharusnya berjalan terbuka ini justru diwarnai dengan adanya pembatasan akses bagi awak media yang hadir di lokasi.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak protokol, seluruh dokumentasi kegiatan, termasuk pengambilan foto dan penyusunan berita, sepenuhnya ditangani oleh Humas Kominfo.
Pihak Dinas Protokol Setda Barito Utara mengonfirmasi bahwa hasil dokumentasi tersebut nantinya akan dibagikan kepada wartawan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Namun di lapangan, dinamika berbeda terjadi ketika sejumlah wartawan mengaku sempat diminta keluar dari area kegiatan pelantikan oleh petugas Satpol PP yang berjaga.
Salah seorang wartawan, M. Gazali Noor, membenarkan kejadian tersebut dan mengaku sempat berada di dalam gedung sebelum akhirnya diminta meninggalkan lokasi oleh petugas.
Situasi ini pun memicu tanda tanya besar dari kalangan media terkait transparansi pelaksanaan acara, mengingat pelantikan pejabat daerah pada umumnya bersifat terbuka untuk publik.





