BALANGANEWS, SERUYAN – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menegaskan pentingnya peran strategis investor sebagai mitra yang membawa nilai tambah berupa pengetahuan, teknologi, dan jaringan luas dalam mendukung akselerasi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan dengan Yayasan Lembaga Penelitian Kaleka Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
“Para investor adalah individu yang telah melalui proses panjang—belajar, berdiskusi, membangun kapasitas, hingga memiliki pengalaman. Kehadiran mereka tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, jaringan, dan kepercayaan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah,” ujar Ahmad Selanorwanda.
Bupati menekankan, bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi solid antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga tokoh agama.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pembangunan harus melibatkan semua pihak dalam satu arah kebijakan yang jelas, dengan tujuan utama memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Guna meningkatkan daya tarik investasi, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Seruyan fokus melakukan pembenahan dari sektor hulu, mulai dari penyediaan infrastruktur yang memadai hingga kelancaran sistem distribusi dan keamanan produksi.
“Kita harus mulai dari hulu. Infrastruktur harus baik, distribusi lancar, dan produksi daerah harus tertib. Ditambah dengan potensi kebun masyarakat yang luas dan produktif, ini adalah kekuatan besar yang harus kita optimalkan,” ungkap Bupati.
Terkait kerja sama dengan Kaleka Indonesia (sebelumnya Inobu), Bupati memberikan apresiasi atas kemitraan yang terjalin sejak 2014.
Kolaborasi tersebut dinilai memberikan kontribusi nyata bagi program prioritas seperti Sertifikasi Yurisdiksi dan program Gawi Bapakat yang fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta perlindungan lingkungan.
Bupati juga menyoroti kematangan sektor perkebunan kelapa sawit di Seruyan yang telah dikelola masyarakat selama puluhan tahun sebagai modal pengalaman yang berharga untuk bersaing di pasar internasional.
“Sebagian kebun sawit kita telah berkembang selama 20 hingga 25 tahun. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki pengalaman yang cukup. Tinggal bagaimana kita memperkuat regulasi dan implementasinya agar produk kita mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.
Menutup arahannya, Ahmad Selanorwanda mengingatkan bahwa di tengah keterbatasan anggaran dan dinamika demokrasi, pemerintah daerah harus tetap fokus pada pelayanan publik dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi.
“Perbedaan itu biasa dalam demokrasi. Yang terpenting adalah kita tetap fokus pada tujuan utama, yaitu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam keterbatasan, kita harus mampu lebih kreatif dan inovatif,” pungkasnya. (asp)





