Balanganews, Jakarta – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seruyan dalam mendukung pengembangan energi terbarukan berbasis kelapa sawit melalui implementasi program Biofuel B-50.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri audiensi antara Dewan Energi Nasional (DEN) dan Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) yang berlangsung di Gedung Widjajono Partowidagdo, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis terkait industri kelapa sawit dan ketahanan energi nasional menjadi pembahasan utama. Ahmad Selanorwanda menilai program Biofuel B-50 memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di daerah penghasil.
Menurutnya, pengembangan hilirisasi sawit melalui sektor energi dapat membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi daerah terhadap pembangunan nasional.
Selain membahas implementasi Biofuel B-50, forum tersebut juga menyoroti optimalisasi pengelolaan perkebunan sawit rakyat, pengawasan harga tandan buah segar (TBS), serta upaya peningkatan produktivitas perkebunan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.
Pembahasan turut mencakup evaluasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit agar dapat memberikan manfaat yang lebih proporsional bagi daerah penghasil. Di sisi lain, pengembangan kawasan industri sawit terpadu yang terintegrasi dengan energi terbarukan juga menjadi perhatian dalam mendukung transisi energi berkelanjutan.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan berbagai aspirasi dari daerah penghasil sawit dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan nasional, sehingga program Biofuel B-50 mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. (.)





