Disbun Kalteng Terima Kunker DPRD Kotim, Bahas Tata Kelola Kelapa Terpadu

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima kunjungan kerja (kunker) jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (15/4/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga untuk memperkuat koordinasi terkait pengelolaan potensi komoditas kelapa secara menyeluruh.

Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada konsultasi mengenai tata kelola sektor perkebunan dari hulu hingga hilir.

Hal ini bertujuan untuk memastikan komoditas kelapa di wilayah Kotawaringin Timurnsebagai salah satu sentra produksi yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pendapatan daerah.

Kepala Disbun Provinsi Kalteng, Rizky R. Badjuri, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten adalah kunci utama dalam membangun ekosistem perkebunan yang kuat.

Ia menyoroti pentingnya penguatan sektor hilir agar produk kelapa memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Mulai dari peningkatan kualitas bibit, peremajaan tanaman, hingga pengolahan produk seperti minyak kelapa, kopra, dan produk turunan lainnya yang bernilai tambah,” ungkap Rizky Ramadhana Badjuri.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengembangan komoditas tidak hanya bertumpu pada luas lahan atau jumlah produksi, tetapi juga pada bagaimana daerah mampu mengolah produk tersebut menjadi barang jadi atau setengah jadi sebelum dipasarkan.

Penerimaan kunjungan kerja ini juga menjadi ajang diskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari ketersediaan bibit unggul hingga infrastruktur pendukung pengolahan.

Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan daerah dalam hal teknis maupun kebijakan.

Melalui koordinasi yang intensif dengan DPRD Kotawaringin Timur, Disbun Kalteng berharap komoditas kelapa dapat dikembangkan secara terintegrasi dan profesional.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan kelapa sebagai salah satu pilar utama ekonomi perkebunan di Bumi Tambun Bungai yang berdaya saing global. (asp)