BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) membangun tiga titik sumur bor air di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
Pembangunan tersebut dilaksanakan sebagai langkah strategis memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan tersebut.
Fasilitas pendukung ini juga bertujuan untuk menjamin ketersediaan pasokan air yang dapat diakses secara cepat oleh tim pemadam di lapangan, khususnya saat sumber air permukaan atau alami mengalami kekeringan selama musim kemarau.
Langkah konkret ini merupakan penajaman dari instruksi Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, yang meminta seluruh jajaran perangkat daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta melancarkan aksi cepat dan terpadu guna meminimalkan risiko bencana kabut asap.
Kepala Dishut Provinsi Kalteng, Agustan Saining, mengutarakan bahwa pembuatan sumur bor menjadi bagian penting dari mitigasi antisipatif guna menopang efektivitas pemadaman api.
“Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah terus bersiaga dalam menangani karhutla di sejumlah titik rawan kebakaran di Kalimantan Tengah. Seluruh personel beserta peralatan telah disiagakan agar setiap laporan titik api dapat ditangani secepat mungkin,” kata Agustan, Rabu (29/7/2026).
Ia berharap operasional tiga sumur bor di kawasan gambut Tumbang Nusa ini dapat mempercepat mobilisasi pemadaman sehingga rembetan api dapat disekat sedini mungkin sebelum meluas.
Selain penguatan sarana fisik pemadaman, Dishut Kalteng konsisten mengintensifkan upaya preventif melalui patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), hingga edukasi pencegahan karhutla kepada warga.
Pendekatan ini sejalan dengan imbauan pimpinan daerah yang mengajak keterlibatan aktif dari elemen TNI-Polri, dunia usaha, hingga relawan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla. (asp)





