Karhutla di Bukit Tunggal, Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng Perkuat Pemadaman

Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan di kawasan Jalan Lingkar Luar, sekitar Kebun Tabella Sanggam, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. (ist)

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat penanganan kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Jalan Lingkar Luar, sekitar Kebun Tabella Sanggam, Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Rabu (30/9/2026).

Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 14.37 WIB saat tim patroli Dalkarhutla melintas di lokasi. Kondisi lahan yang didominasi semak belukar dan pakis-pakisan membuat api berpotensi cepat menjalar.

Petugas kemudian langsung melakukan pemadaman sekaligus pendinginan menggunakan mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter. Pendinginan dilakukan untuk memastikan titik api tidak kembali menyala, terlebih lokasi kebakaran berada di kawasan dengan jenis tanah gambut.

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 14.52 WIB. Tim mencatat luas area yang berhasil ditangani sekitar 0,01 hektare. Meski api telah dipadamkan, kepulan asap masih terlihat dari bagian gambut di lokasi kejadian.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining mengatakan, penanganan karhutla terus dilakukan dengan mengutamakan respons cepat di lapangan.

“Lokasi kebakaran berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL). Di sekitar titik kejadian terdapat tanah kosong dengan jarak sekitar dua meter, jalan sekitar lima meter, serta parit berair sekitar 20 meter yang berpotensi menjadi sumber air pendukung penanganan,” ucapnya, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, pemadaman dan pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di lahan gambut. Hal itu dilakukan untuk mencegah api kembali muncul karena panas masih dapat tersimpan di bawah permukaan tanah.

“Tim Dalkarhutla juga terus melakukan patroli untuk memantau titik-titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya,” ungkap Agustan.

Upaya patroli dan pemadaman tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sekaligus mencegah api meluas ke area lain. (asp)