BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menggelar Sosialisasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) Tahun 2026, di Aula Bapperida Kalteng, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong generasi muda mencintai dan menggunakan produk dalam negeri guna memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Kegiatan mengusung tema “Generasi Muda Berdaya, Bangga Produk Indonesia: Satu Klik untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa”, diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa serta pelajar SMA sederajat di Kota Palangka Raya.
Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani mengatakan, sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta, kebanggaan, dan kepercayaan diri masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kesadaran untuk menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Selain meningkatkan rasa percaya diri sebagai bangsa Indonesia, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri oleh masyarakat lokal. Kita ingin menciptakan budaya serta menumbuhkan perilaku mencintai, membeli, dan selalu menggunakan produk dalam negeri,” ujar Norhani.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Anang Dirjo menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki potensi pasar digital dan ekonomi kreatif yang sangat besar.
Perkembangan teknologi kini telah mengubah pola konsumsi masyarakat, di mana melalui perangkat digital setiap orang memiliki kemudahan dan kekuatan untuk menentukan pilihan produk yang berdampak terhadap perekonomian nasional.
“Di era digital ini, pergeseran perilaku konsumsi telah membawa kita pada realitas baru di mana pasar berada dalam genggaman tangan. Melalui satu klik di ponsel pintar, kita memiliki kekuatan besar untuk menentukan arah ekonomi bangsa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keputusan masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk lokal merupakan bentuk investasi bagi masa depan Indonesia.
Setiap transaksi produk dalam negeri turut memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka peluang lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok ekonomi nasional.
Lebih lanjut, Anang menyampaikan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penggerak modernisasi karena dinilai adaptif terhadap teknologi.
Generasi muda diharapkan mampu mengambil dua peran sekaligus, yakni sebagai konsumen yang bijak memilih produk lokal berkualitas dan produsen inovatif yang memanfaatkan ekosistem digital.
“Memilih produk Indonesia bukan lagi soal rasa kasihan atau sekadar formalitas, melainkan bentuk nasionalisme baru di era modern,” tegas Anang.
Melalui sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman lebih luas mengenai pentingnya mendukung produk lokal serta aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk-produk buatan Indonesia. (asp)





