HUT Kotim ke-73, IPMK Soroti Jalan Rusak hingga Beasiswa

Img 20260108 Wa0025
Ketua Umum IPMK Palangka Raya, Muhammad Sya’ban

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi momentum refleksi bagi Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya untuk menyoroti arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik di daerah tersebut.

Ketua Umum IPMK Palangka Raya, Muhammad Sya’ban, menilai sejumlah persoalan mendasar di Kotim hingga kini belum tertangani secara optimal.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan belum jelasnya penentuan skala prioritas pembangunan oleh pemerintah daerah.

Ia mengatakan, kompleksitas persoalan yang dihadapi Kotim membutuhkan perencanaan yang lebih fokus agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan utama masyarakat.

“Momentum HUT ke-73 ini seharusnya menjadi refleksi bersama. Pemerintah perlu memetakan skala prioritas secara jelas. Kalau persoalan jalan, ya selesaikan jalan terlebih dahulu. Kalau banjir, fokus ke irigasi. Jangan satu masalah belum tuntas, sudah berpindah ke persoalan lain,” ujar Sya’ban saat ditemui di Asrama Kotim 1, Palangka Raya, Kamis (8/1/2026).

Di sektor pendidikan, IPMK Palangka Raya menyoroti kebijakan Beasiswa Gerbang Menyata (GM) yang dinilai perlu penyesuaian agar relevan dengan kondisi biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mahasiswa saat ini.

IPMK mendorong peningkatan kuota penerima serta kenaikan nominal beasiswa dari Rp3 juta menjadi Rp5 juta agar manfaat program lebih dirasakan mahasiswa asal Kotim.

Selain itu, IPMK juga meminta pemerintah daerah mempercepat penyelesaian pembangunan asrama mahasiswa, khususnya di Kota Palangka Raya, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan generasi muda Kotim.

Pada bidang infrastruktur, IPMK Palangka Raya menilai masih banyak persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari kondisi jalan yang rusak di sejumlah wilayah, penerangan jalan umum (PJU) yang belum merata, hingga persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun tanpa penanganan menyeluruh.

“Masalah-masalah ini hampir selalu muncul setiap tahun. Artinya, dibutuhkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.

IPMK Palangka Raya juga menilai kualitas pelayanan publik di Kotim masih perlu ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan pelayanan, efektivitas kebijakan, maupun kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

Melalui momentum peringatan HUT Kotim ke-73, IPMK Palangka Raya berharap pemerintah daerah menjadikannya sebagai titik evaluasi, bukan sekadar perayaan seremonial, guna menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan pelayanan publik yang lebih berpihak kepada masyarakat.

“Di usia 73 tahun ini, kesejahteraan masyarakat harus menjadi tujuan utama. Pembangunan harus dirasakan langsung dan pelayanan publik benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkas Muhammad Sya’ban. (asp)