BALANGANEWS, KOTAWARINGIN TIMUR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi bersih-bersih sampah di kawasan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) hingga Taman Kota Sampit, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun Partai Demokrat yang diperingati setiap 9 September sekaligus mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama sampah plastik.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kotim, SP Lumban Gaol, mengatakan, aksi bersih-bersih tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut HUT Partai Demokrat. Kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama sampah plastik yang sangat sulit terurai,” ujarnya.
Menurut Gaol, persoalan sampah plastik di Sampit masih memerlukan perhatian serius. Selain volumenya yang terus meningkat, hingga kini belum tersedia solusi yang optimal untuk pengelolaan maupun daur ulang sampah plastik.
Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian pedagang dan masyarakat di Pasar PPM. Meski telah tersedia kontainer sampah, masih banyak sampah yang dibuang di luar tempat yang telah disediakan.
“Kontainer sampah sudah tersedia, tetapi masih banyak yang membuang sampah di luar tempatnya. Kami berharap masyarakat lebih peduli, sementara dinas terkait terus mengingatkan dan melakukan pengawasan,” katanya.
Gaol meminta Pemerintah Kabupaten Kotim, khususnya instansi terkait, memperkuat sosialisasi serta menyiapkan solusi jangka panjang dalam penanganan sampah plastik.
Menurutnya, pencemaran sampah di kawasan Sungai Mentaya juga perlu menjadi perhatian karena dapat merusak lingkungan.
“Kalau memang perlu ada tindakan agar menimbulkan efek jera, silakan dilakukan. Yang terpenting, kesadaran masyarakat terus dibangun sehingga budaya membuang sampah sembarangan bisa dihilangkan,” tegasnya.
Ia berharap aksi bersih-bersih tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga persoalan sampah, khususnya sampah plastik, dapat ditangani secara berkelanjutan. (asp)





