BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohanes Freddy Ering, menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini telah bertransformasi menjadi instrumen yang sangat vital dan strategis bagi keberlangsungan pembangunan di Bumi Tambun Bungai.
Hal ini menjadi krusial mengingat terjadinya pergeseran kebijakan fiskal nasional yang berdampak langsung pada anggaran daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Freddy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalteng, baru-baru ini.
Dalam forum tersebut, Freddy menyoroti perlunya langkah-langkah progresif dalam menggali potensi sumber daya lokal demi menjaga stabilitas postur anggaran daerah agar tetap sehat dan mandiri.
“Pasti perhatian kita pemerintah DPRD ke pendapatan asli daerah semakin menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis jadi andalan utama dalam rangka pendapatan daerah,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa penguatan sektor PAD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah konsekuensi logis yang harus dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Ketergantungan terhadap dana perimbangan dari pemerintah pusat harus mulai dikurangi secara bertahap melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan lokal.
Menurut Freddy, tantangan fiskal tahun ini cukup berat menyusul adanya kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pemerintah pusat. Penurunan alokasi dana dari pusat tersebut dinilai cukup signifikan, sehingga daerah dituntut untuk lebih kreatif dan mandiri dalam mengelola keuangannya.
“Seiring dengan kecenderungan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pusat yang tahun ini turun drastis maka mau tidak mau daerah harus mengoptimalkan PAD,” tegasnya.
DPRD Kalteng berharap Bapenda selaku instansi teknis dapat memetakan potensi pajak dan retribusi daerah secara lebih akurat dan transparan. Optimalisasi ini diharapkan tidak hanya mampu menutup celah anggaran akibat berkurangnya bantuan pusat, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi kemandirian fiskal Kalimantan Tengah di masa depan.
Dengan PAD yang kuat, Freddy optimis berbagai program pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Kalimantan Tengah dapat terus berjalan sesuai rencana tanpa harus terhambat oleh dinamika anggaran di tingkat nasional. (asp)
