Faridawaty Reses di Panarung, Warga Soroti Jalan, Banjir hingga Fasilitas Sosial

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Sejumlah warga Jalan Veteran RT 07/RW 10, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan saat mengikuti reses perseorangan Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darlan Atjeh.

Aspirasi warga tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyentuh persoalan banjir, fasilitas pendidikan keagamaan, olahraga, pelayanan Posyandu, hingga pengembangan usaha masyarakat.

Ketua RT 07/RW 10, Nanang, mengatakan lingkungan tersebut dihuni sekitar 200 kepala keluarga. Salah satu kebutuhan yang masih diharapkan warga adalah penyelesaian pengaspalan Jalan Perjuangan Induk yang hingga kini masih menyisakan sekitar setengah ruas.

“Jumlah warga di lingkungan kami sekitar 200 KK, termasuk yang belum lapor. Untuk infrastruktur jalan, Jalan Perjuangan Induk masih menyisakan sekitar setengah bagian yang belum dilakukan pengaspalan. Kami berharap bagian yang belum tertangani tersebut dapat menjadi perhatian dalam pembangunan,” kata Nanang.

Selain jalan, persoalan drainase menjadi perhatian utama warga karena kerap menimbulkan genangan hingga banjir saat musim hujan. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap fasilitas ibadah dan kegiatan pendidikan keagamaan.

“Pada musim hujan, bagian belakang sering mengalami luapan drainase sehingga tergenang dan terjadi banjir,” katanya.

“Ada masjid yang sampai sekarang belum ditinggikan. Padahal, drainase aslinya cukup besar, tetapi sekarang terjadi penyempitan dan tertimbun sehingga alirannya belum tembus ke sungai besar,” tambah Nanang.

Keluhan serupa disampaikan warga Veteran 2 sekaligus imam Masjid Jalan Veteran, Ali Margona. Ia mengatakan genangan juga kerap masuk ke tempat pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berada di musala sehingga mengganggu kegiatan belajar anak-anak.

“TPA di musala sering mengalami banjir. Kondisi tersebut tentu mengganggu kegiatan belajar anak-anak, sehingga kami berharap persoalan lingkungan yang menyebabkan genangan dapat menjadi perhatian,” kata Ali Margona.

Sementara itu, warga Jalan Veteran VII A, Joko Pramono, meminta perhatian terhadap fasilitas sosial.

Menurutnya, terdapat lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai lapangan olahraga, tetapi kondisinya masih membutuhkan penimbunan dengan kebutuhan anggaran diperkirakan Rp100 juta hingga Rp150 juta.

“Sarana sosial di lingkungan kami tidak aktif. Kami juga memiliki area tanah sosial yang dapat digunakan sebagai lapangan olahraga, tetapi sudah lama tidak mendapatkan penimbunan. Untuk penimbunan tersebut, kebutuhan anggarannya diperkirakan sekitar Rp100 juta sampai Rp150 juta,” ujar Joko.

Warga juga menyampaikan kebutuhan peningkatan fasilitas Posyandu. Keterbatasan tempat membuat pelayanan dinilai belum optimal sehingga diperlukan pelebaran teras dengan kanopi sekitar enam meter, kipas angin, serta kursi tunggu.

Selain itu, kelompok ibu-ibu di lingkungan tersebut berharap mendapat dukungan untuk mengembangkan usaha bercocok tanam dan menjual hasil pertanian. Kendala yang dihadapi antara lain biaya media tanam, tanah subur, plastik, dan pembelian bibit.

Berbagai aspirasi tersebut menunjukkan kebutuhan warga Panarung terhadap pembangunan yang tidak hanya menyentuh akses jalan, tetapi juga menyelesaikan persoalan drainase dan banjir sekaligus memperkuat fasilitas sosial, kesehatan, olahraga, serta ekonomi masyarakat.

Warga berharap aspirasi yang disampaikan melalui reses dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah. (asp)