BALANGANEWS, SAMPIT – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meninjau langsung perkembangan penanganan ruas Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (30/9/2026).
Peninjauan ini sekaligus menyerap aspirasi pemerintah desa terkait kelanjutan pembangunan infrastruktur tersebut.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng H.M. Rusdi Gozali, didampingi Sekretaris Komisi IV H.M. Sirajul Rahman dan anggota Komisi IV Abdul Hafid.
Turut hadir Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalteng Candra P. Asmara serta Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBKPRKP Kabupaten Kotawaringin Timur Nur Aina bersama jajaran teknis.
Kunjungan lapangan tersebut juga dihadiri Sekretaris Kecamatan Seranau Dedy Agus Wibowo serta tiga kepala desa, yakni Kepala Desa Terantang Hilir Abdul Muhid, Kepala Desa Batuah Sudarno, dan Kepala Desa Terantang Aswadi Syukur.
Dalam kunjungan itu, ketiga kepala desa menyampaikan aspirasi secara langsung dengan menyerahkan surat usulan kepada Komisi IV DPRD Kalteng.
Mereka berharap pembangunan ruas Cempaka Mulia–Kampung Melayu dapat dilanjutkan, khususnya pembangunan box culvert serta peningkatan dan pengaspalan jalan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Rusdi Gozali mengatakan, aspirasi yang disampaikan pemerintah desa akan menjadi perhatian Komisi IV untuk selanjutnya dibawa dalam pembahasan bersama pemerintah daerah dan perangkat daerah terkait.
“Kami sudah melihat langsung kondisi dan perkembangan pekerjaan di lapangan. Tadi juga ada surat usulan yang disampaikan kepala desa. Tentunya aspirasi masyarakat ini akan kami bawa dan perjuangkan, terutama terkait kelanjutan box culvert dan peningkatan jalan yang masih dibutuhkan masyarakat,” kata Rusdi.
Menurut dia, penanganan ruas jalan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan kondisi teknis serta kemampuan anggaran daerah. Pembangunan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat diteruskan agar konektivitas antardesa semakin baik.
“Yang sudah dibangun tentu kita harapkan tidak berhenti sampai di sini. Penanganannya perlu berkelanjutan dan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Kami ingin pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid menambahkan, kunjungan lapangan penting dilakukan agar DPRD dapat melihat secara langsung kondisi pembangunan sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat, bukan hanya mengandalkan laporan.
“Kami datang bukan hanya melihat hasil pekerjaan, tetapi juga mendengar langsung apa yang masih dibutuhkan masyarakat. Para kepala desa sudah menyampaikan usulan secara tertulis. Ini menjadi bahan penting bagi kami untuk memperjuangkan kelanjutan pembangunan ruas Cempaka Mulia–Kampung Melayu,” ujar Hafid.
Ia menilai ruas Cempaka Mulia–Kampung Melayu memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, konektivitas antardesa serta aktivitas sosial dan ekonomi warga. Karena itu, pembangunan yang telah dimulai dinilai perlu dijaga kesinambungannya.
“Harapan kami pembangunan jangan sampai terputus. Apa yang sudah dikerjakan perlu dilanjutkan secara bertahap sesuai prioritas dan kemampuan anggaran. Box culvert yang masih dibutuhkan dan pengaspalan jalan tentu menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang akan kami perjuangkan,” tegas Hafid.
Hafid menambahkan, sinergi antara Pemprov Kalteng, Pemkab Kotawaringin Timur, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa diperlukan agar penanganan pembangunan berikutnya dapat diarahkan pada titik-titik yang paling membutuhkan.
Komisi IV DPRD Kalteng berharap hasil peninjauan lapangan dan aspirasi yang disampaikan pemerintah desa dapat menjadi bahan dalam perencanaan serta penganggaran pembangunan berikutnya.
Kelanjutan penanganan diharapkan dapat membuat ruas Cempaka Mulia–Kampung Melayu semakin mantap dan menunjang aktivitas masyarakat serta perekonomian di wilayah tersebut. (asp)





