BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pencegahan rabies di Kota Palangka Raya dinilai perlu dilakukan secara konsisten, terutama melalui peningkatan cakupan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR).
Ketua Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) agar memperluas pelayanan vaksinasi HPR, termasuk vaksinasi gratis yang dapat diakses masyarakat di kawasan permukiman.
Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting dilakukan sebelum muncul kasus penularan rabies kepada manusia. Anjing, kucing hingga kera merupakan hewan yang perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi media penularan penyakit tersebut.
“Vaksinasi harus terus digencarkan sebagai langkah pencegahan. Kalau layanan gratis bisa diperluas sampai ke lingkungan masyarakat, tentu akan lebih mudah bagi pemilik hewan untuk membawa hewannya mendapatkan vaksin,” kata Mukarramah, Selasa (29/9/2026).
Ia menilai kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi secara berkala. Karena itu, pelayanan sebaiknya tidak hanya dilakukan di lokasi tertentu, tetapi juga mendekat ke wilayah yang banyak terdapat hewan peliharaan.
Di sisi lain, edukasi kepada pemilik hewan juga perlu berjalan beriringan. Masyarakat harus memahami cara memelihara HPR dengan aman, jadwal vaksinasi, serta tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi gigitan atau kontak dengan hewan yang dicurigai terpapar rabies.
“Jangan sampai langkah pencegahan baru dilakukan setelah ada kasus. Vaksinasi dan edukasi harus menjadi kegiatan rutin yang melibatkan pemerintah, pemilik hewan dan masyarakat,” ujarnya.
Mukarramah juga meminta perangkat daerah terkait memperkuat pendataan serta pemantauan populasi HPR. Menurutnya, ketersediaan data yang baik akan membantu pemerintah menentukan wilayah yang menjadi prioritas vaksinasi sekaligus memudahkan penanganan apabila ditemukan hewan yang berisiko menularkan rabies.
Ia berharap upaya pengendalian rabies dapat dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya ketika terjadi kasus, tetapi menjadi bagian dari langkah rutin untuk menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat.
“Sinergi pemerintah dengan masyarakat sangat diperlukan. Pemilik hewan juga harus memahami bahwa memelihara HPR bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memastikan kesehatan dan keamanannya,” pungkasnya. (asp)





