Rusdiansyah Soroti Dampak Pemadaman, PLN Diminta Jaga Stabilitas Pasokan Listrik

Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Fraksi PKB, Rusdiansyah
Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Fraksi PKB, Rusdiansyah

 

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Gangguan pasokan listrik yang sempat memicu pemadaman bergilir di Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya, menjadi perhatian anggota DPRD setempat. PLN diminta menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat keandalan pasokan sekaligus memperbaiki pelayanan kepada pelanggan.

Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Fraksi PKB, Rusdiansyah, mengapresiasi upaya PLN dalam menangani gangguan yang terjadi hingga durasi pemadaman mulai berkurang. Namun, ia mengingatkan agar perbaikan tidak hanya berfokus pada pemulihan pasokan, tetapi juga pada langkah pencegahan supaya gangguan serupa tidak kembali berulang.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berharap PLN meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan, serta memberikan informasi yang jelas dan transparan kepada masyarakat,” ujar Rusdiansyah saat ditemui awak media di Palangka Raya, Senin (3/8/2026).

Politisi yang menjabat Ketua DPC PKB Kota Palangka Raya itu menilai pemadaman listrik tidak hanya mengganggu kegiatan sehari-hari warga, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik dan aktivitas perekonomian. Pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), turut menghadapi kendala ketika pasokan listrik terhenti.

Menurut Rusdiansyah, informasi yang terbuka dari PLN menjadi hal penting saat gangguan terjadi. Penjelasan mengenai penyebab pemadaman, proses penanganan, hingga perkiraan pemulihan diperlukan agar masyarakat dapat memahami situasi dan menyesuaikan aktivitasnya.

Ia menyebut DPRD Kota Palangka Raya sebelumnya telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN untuk meminta penjelasan mengenai pemadaman bergilir. Dalam pertemuan tersebut, berbagai keluhan dan aspirasi masyarakat juga disampaikan sebagai bahan evaluasi bagi penyedia layanan listrik.

Rusdiansyah berharap hasil pertemuan itu diikuti langkah nyata, bukan sekadar penjelasan mengenai penyebab gangguan. Perbaikan sistem dan peningkatan kesiapan penanganan dinilai penting agar pelayanan kelistrikan dapat berjalan lebih stabil.

“Harapan kami, hasil RDP tidak berhenti pada penjelasan semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan. Masyarakat tentu menginginkan pelayanan kelistrikan yang semakin andal sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas legislator yang akrab disapa Uwah tersebut.

Selain pembenahan teknis, ia meminta PLN memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta meningkatkan komunikasi kepada masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan yang berpotensi menyebabkan pemadaman dalam skala luas.

Rusdiansyah menegaskan, keandalan listrik perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga, kelancaran pelayanan publik, dan keberlangsungan usaha. Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat menghasilkan peningkatan pelayanan sehingga pasokan listrik di Palangka Raya dan wilayah Kalimantan Tengah semakin terjaga. (asp)