BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kesehatan peserta didik perlu menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kota Palangka Raya. Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, meminta pihak sekolah menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan kondisi kualitas udara demi mengurangi risiko paparan asap terhadap siswa.
Subandi menyatakan dukungannya terhadap langkah Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya yang menyesuaikan sistem pembelajaran di tengah kondisi udara yang memburuk. Menurutnya, kebijakan pendidikan harus mampu merespons situasi di lapangan, terutama ketika menyangkut keselamatan anak-anak.
“Kami mendukung langkah Dinas Pendidikan melakukan penyesuaian pembelajaran. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap,” ujarnya, Jumat (31/7).
Ia menilai kegiatan belajar tidak harus selalu dilaksanakan dengan pola yang sama apabila kondisi lingkungan tidak mendukung. Ketika kualitas udara berada pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan, sekolah perlu mempertimbangkan pembatasan aktivitas luar ruangan maupun penyesuaian metode pembelajaran.
“Kalau kualitas udara memang tidak memungkinkan, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dihentikan sementara demi melindungi anak-anak kita,” katanya.
Selain langkah dari pihak sekolah, Subandi mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam menjaga kesehatan anak selama kabut asap masih terjadi. Orang tua diharapkan memantau kondisi kesehatan anak, mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak, serta memastikan anak menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia juga meminta pemerintah daerah memperkuat pemantauan kualitas udara sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang akurat dan diperbarui secara berkala diperlukan agar kebijakan terkait kegiatan pendidikan dapat disesuaikan dengan tingkat risiko yang dihadapi masyarakat.
Menurut Subandi, koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait perlu berjalan efektif. Dengan komunikasi yang baik, langkah perlindungan terhadap peserta didik dapat dilakukan lebih cepat ketika kondisi udara mengalami penurunan.
“Jangan sampai peserta didik menjadi korban akibat lambatnya penyesuaian kebijakan. Pemerintah harus terus memantau perkembangan kondisi udara dan mengambil keputusan berdasarkan data di lapangan,” tegasnya.
Subandi turut mengingatkan bahwa penanganan kabut asap harus dibarengi dengan upaya pencegahan karhutla. Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mengingat dampaknya dapat meluas hingga mengganggu kesehatan, kegiatan pendidikan, dan kehidupan sehari-hari.
Ia berharap pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam melindungi anak-anak dari paparan kabut asap sekaligus mendukung upaya pencegahan kebakaran di Palangka Raya.(Asp)





