BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya bersama Forum Keluarga Wakil Rakyat (FORGAWARA) Kota Palangka Raya meningkatkan edukasi kesehatan bagi warga binaan melalui kegiatan sosialisasi bertema “Lapas Sehat dan Responsif Gender: Edukasi Hak Kesehatan bagi Narapidana Perempuan”, Senin (5/10/2026).
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, khususnya kesehatan perempuan dan kebersihan diri selama menjalani masa pembinaan.
Dalam kegiatan itu, warga binaan mendapatkan edukasi mengenai kesehatan kewanitaan yang disesuaikan dengan kebutuhan perempuan. Materi mencakup pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi serta penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kesehatan kewanitaan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan dengan baik dan benar.
Warga binaan diberikan pemahaman mengenai waktu yang tepat untuk mencuci tangan serta tahapan mencuci tangan sebagai langkah sederhana dalam menjaga kebersihan diri dan mencegah penyebaran berbagai penyakit.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme dari warga binaan.
Melalui edukasi tersebut, warga binaan diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan diri, menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya.
Selain mengikuti kegiatan edukasi, FORGAWARA Kota Palangka Raya juga berkesempatan melihat berbagai produk kerajinan tangan hasil karya warga binaan.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung hasil pembinaan keterampilan dan kreativitas warga binaan yang terus dikembangkan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Hani Anggraeni, menyampaikan apresiasi atas dukungan FORGAWARA Kota Palangka Raya dalam memberikan edukasi sekaligus perhatian kepada warga binaan.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus mendukung pemenuhan hak kesehatan warga binaan, meningkatkan kesadaran mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta mendorong pengembangan keterampilan dan potensi warga binaan perempuan selama menjalani masa pembinaan,” kata Hani. (asp)





