BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, didampingi Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengunjungi keluarga almarhum Akhmad Rizani, petugas yang gugur saat menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja Wapres Gibran di Kalteng sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum yang merupakan Ketua sekaligus Koordinator Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka Raya.
Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta memberikan penghargaan atas jasa almarhum selama bertugas menangani karhutla.
“Saya menyampaikan dukacita mendalam, saya mohon maaf atas kejadian ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau dalam penanganan karhutla,” ungkap Wapres.
Kehadiran Wapres bersama Gubernur Kalteng juga menjadi bentuk penghormatan terhadap dedikasi dan pengorbanan almarhum yang berada di garis depan dalam upaya penanganan karhutla.
Usai menemui keluarga almarhum, Wapres berdialog dengan para petugas pemadam karhutla yang masih bertugas di lapangan.
Wapres Gibran menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan moril atas kerja keras para petugas dalam memadamkan titik api dan menangani dampak kebakaran.
“Terima kasih atas kerja keras Bapak Ibu dalam memadamkan titik api mulai dari awal terjadinya kebakaran. Bapak Ibu adalah ujung tombak pelaksana di lapangan. Mohon tetap jaga keselamatan dalam bekerja. Gunakan APD sesuai prosedur dan sebisa mungkin menjaga kesehatan,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh.
Upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak serta keberlangsungan hidup satwa liar dan kelestarian habitatnya.
Perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, juga dinilai perlu menjadi perhatian selama kondisi karhutla dan kabut asap berlangsung.
Wapres Gibran juga menekankan agar setiap langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan nyata di lapangan.
Penanganan harus dilakukan secara terukur, efektif, dan tepat sasaran, serta disertai komunikasi terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai situasi dan langkah pemerintah dalam menangani karhutla.
Kunjungan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama petugas lapangan dalam menghadapi karhutla yang masih menjadi tantangan di Kalimantan Tengah. (asp)





