BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan roda perekonomian di tingkat pasar lokal.
Kehadiran program ini tidak hanya fokus pada perbaikan gizi, tetapi juga berhasil mendongkrak omzet para pedagang kecil dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra penyedia bahan baku.
Dwi, salah seorang pedagang sayur-mayur yang kini menjadi mitra Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kota Palangka Raya wilayah Jekan Raya Palangka 2 atau yang dikenal sebagai SPPG Garuda, mengaku mengalami peningkatan penjualan yang sangat drastis sejak bergabung dengan program ini.
“Sangat mendongkrak penjualan (dampak program MBG), yang biasa kami jual 100 kg perhari sekarang sudah bisa dua kali lipat,” ujar Dwi di Palangka Raya, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebagai mitra, dirinya berupaya memenuhi segala jenis kebutuhan bahan pangan yang diminta oleh pihak SPPG. Dwi berkomitmen untuk selalu menyediakan sayuran berkualitas sesuai dengan daftar pesanan demi kelancaran program tersebut.
Dwi menceritakan perbandingan kondisi usahanya sebelum dan sesudah adanya program MBG. Menurutnya, keuntungan yang didapat saat ini jauh lebih stabil dibandingkan sebelumnya yang cenderung sepi pembeli.
“Semoga tetep ada MBG terus ya, soalnya kami sebagai penjual merasa senang kalau dagangan kami selalu laku banyak, meskipun kadang kesulitan juga pas barang permintaan kebetulan sulit, tapi banyak senangnya juga sih. Dulu sebelum ada MBG waduh sepi, sekarang Alhamdulillah,” ungkapnya penuh syukur.
Keberhasilan program MBG dalam memberdayakan pedagang lokal diharapkan dapat terus berlanjut.
Selain menjadi jembatan bagi pemenuhan nutrisi generasi muda, program ini kini menjadi salah satu tumpuan ekonomi bagi para pedagang di pasar tradisional agar tetap produktif dan sejahtera. (asp)





