BPS Sebut Gejolak Global dan Beras Jadi Biang Inflasi Kalteng pada April 2026

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalteng, M. Taufiqurrahman

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat pada April 2026 terjadi inflasi bulanan atau month-to-month sebesar 0,41 persen di wilayah tersebut berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kenaikan inflasi tersebut tercermin dari peningkatan IHK Kalimantan Tengah dari 111,51 pada Maret 2026 menjadi 111,97 pada April 2026.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalteng, Muhammad Taufiqurrahman, bahwa mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,15 persen,” ungkap Muhammad Taufiqurrahman dalam rilis resminya, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah komoditas utama yang memicu inflasi month-to-month antara lain beras sebesar 0,10 persen, serta angkutan udara, bawang merah, tomat, dan minyak goreng yang masing-masing memberikan andil 0,05 persen.

Secara tahunan atau year-on-year, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 3,66 persen, sedangkan inflasi year-to-date tercatat sebesar 1,81 persen.

BPS juga mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi tahunan dengan andil 2,11 persen.

“Komoditas yang memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi year-on-year antara lain emas perhiasan (0,64 persen), beras (0,50 persen), daging ayam ras (0,21 persen), ikan nila (0,19 persen), dan sigaret kretek mesin (0,14 persen)” jelas Taufiq.

Menurut dia, seluruh wilayah pemantauan IHK di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan harga baik secara bulanan maupun tahunan.

“Hasil pemantauan BPS pada keempat kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah, seluruhnya tercatat mengalami inflasi baik secara month-to-month maupun year-on-year pada April 2026,” pungkasnya.

BPS menilai inflasi April 2026 dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya kondisi geopolitik global serta berkurangnya stok beras di pasaran karena belum memasuki masa panen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kalimantan Tengah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. (asp)