BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pemuda Nusantara (PPN) mendorong penguatan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dimulai dari tingkat desa dan kelurahan sebagai fondasi utama menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan sosial dan perkembangan era digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional di Tingkat Lokal (Kelurahan/Desa), yang digelar di Palangka Raya, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan.
Kehadiran mereka guna merumuskan langkah konkret memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat PPN, Fiteli Waruwu, mengatakan bahwa pembangunan bangsa yang kuat harus dimulai dari desa dan kelurahan sebagai unit masyarakat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Menurutnya, keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat di Kalimantan Tengah merupakan kekuatan besar yang harus terus dijaga sebagai modal sosial dalam memperkuat persatuan bangsa.
“Ketahanan nasional bukan hanya soal militer, melainkan kondisi dinamis yang mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan yang semuanya bermula dari tingkat lokal,” ujarnya menyitir pandangan Lemhannas dan Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Hari Sabarno.
Ia menegaskan bahwa ketahanan bangsa dapat dibangun melalui berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi desa, menjaga kerukunan sosial, hingga membangun kesadaran generasi muda untuk menolak segala bentuk perpecahan.
Dalam forum tersebut, peserta juga membahas berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi, termasuk penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dan potensi konflik sosial di masyarakat.
Karena itu, FGD menghasilkan sejumlah fokus pembahasan, antara lain strategi menanamkan wawasan kebangsaan kepada generasi muda, pemanfaatan adat dan budaya lokal sebagai perekat persatuan, serta peningkatan peran pemuda dalam membangun ekonomi desa.
Fiteli menilai generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
“Mari kita ambil manfaat dari para narasumber, lalu bawa kembali ilmunya ke desa dan kelurahan. Jadilah pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa besar, yang mengerti bahwa nasib bangsa ada di tangan kita, dimulai dari tempat kita berpijak,” tutup Fiteli.
Melalui forum tersebut, PPN berharap lahir berbagai gagasan dan langkah nyata yang dapat diterapkan di desa maupun kelurahan untuk memperkuat ketahanan sosial, budaya, ekonomi, dan ideologi masyarakat sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin kuat dan berdaya saing. (asp)





