BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Minat masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif.
Hingga April 2026, jumlah investor pasar modal di Kalteng mencapai 225.128 investor, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut turut diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi saham dan berbagai indikator pasar modal lainnya.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Kalteng, Andrianto Suhada, pada Media Update triwulan II, Selasa (30/6/2026).
“Jumlah investor saham hingga April 2026 mengalami peningkatan sebanyak 115.366 investor atau 105,11 persen yoy dari 109.762 investor menjadi 225.128 investor. Sementara itu, nilai transaksi saham pada bulan April 2026 juga mengalami peningkatan Rp640,65 miliar atau 95,50 persen yoy dari Rp670,83 miliar menjadi Rp1.311 miliar,” katanya.
Selain itu, penjualan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) juga mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp79,15 miliar, meningkat 562,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, jumlah nasabah APERD institusi tercatat sebanyak 51 nasabah, sedangkan nasabah perorangan mencapai 2.706 orang, menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam berbagai instrumen investasi.
Di sektor Securities Crowdfunding, Kalimantan Tengah juga mulai menunjukkan perkembangan. Hingga April 2026 tercatat terdapat satu penerbit efek dengan nilai pendanaan yang berhasil dihimpun sebesar Rp7 miliar.
Andrianto Suhada menambahkan, pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal sekaligus mencerminkan semakin baiknya tingkat literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Ia menegaskan, OJK akan terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang memahami pentingnya investasi yang legal, aman, dan sesuai profil risiko.
Tambah Andrianto Suhada, penguatan ekosistem pasar modal di Kalteng juga akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, sehingga akses masyarakat terhadap layanan investasi semakin luas dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Pertumbuhan positif tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting dalam memperkuat sektor jasa keuangan di Kalteng sekaligus mendorong lahirnya investor-investor baru yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. (asp)





