BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus menjadi ancaman serius. Sejak Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 22.203 hotspot terdeteksi di berbagai wilayah, dengan 1.739 titik di antaranya dipastikan menjadi lokasi kebakaran.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengungkapkan, hingga saat ini luas lahan yang terbakar telah mencapai 4.920 hektare berdasarkan data firespot yang terverifikasi.
“Dari Januari sampai hari ini terdapat sekitar 22.203 hotspot, dengan 1.739 firespot,” ujarnya, Senin (24/8/2026).
Dalam satu hari terakhir saja, terpantau 858 hotspot, dengan 53 titik kebakaran yang menghanguskan 190,96 hektare lahan.
Kotawaringin Timur menjadi daerah paling parah terdampak dengan luas lahan terbakar mencapai 1.686 hektare. Disusul Kotawaringin Barat 508,5 hektare dan Kota Palangka Raya 484,20 hektare. Sementara Barito Timur menjadi wilayah dengan luasan terbakar paling rendah, yakni 14,7 hektare.
Iwan mengingatkan, ancaman karhutla tahun ini diperberat fenomena El Nino sangat kuat yang meningkatkan risiko kebakaran. Berdasarkan data Satgas Karhutla, akumulasi luas lahan terbakar sepanjang 2026 bahkan telah mencapai sekitar 7.634 hektare.
Menghadapi situasi tersebut, Satgas Penanganan Karhutla yang melibatkan Pemprov Kalteng, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga Masyarakat Peduli Api dikerahkan dengan kekuatan sekitar 10.700 personel.
Polda Kalteng juga memperkuat Operasi Aman Nusa dengan mengerahkan 650 personel tambahan di lima daerah rawan, yakni Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.
“Kami tegaskan jika kami tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga memburu pelaku pembakaran lahan yang menjadi pemicu munculnya hotspot di sejumlah wilayah,” tegasnya. YUD





