BALANGANEWS,PALANGKA RAYA– HM Ruslan AS kembali menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah periode 2020—2025, setelah terpilih secara aklamasi pada Musyawarah DPD X di Kota Palangka Raya, Selasa (3/3) malam.”HM Ruslan terpilih secara aklamasi dan sesuai dengan proses musyawarah mufakat dan kekeluargaan,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Roem Kono usai mengikuti proses Musda Golkar.
Menurut dia, Musda Golkar Kalteng adalah musda tercepat se-Indonesia karena para kadernya mengutamakan kepentingan partai, bukan kepentingan pribadi.
Maka dari itu, pada pemilihan ketua saat ini memang sesuai dengan arahan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menginginkan cara musyawarah sehingga tidak ada perpecahan di tubuh partai.
“Dipilihnya secara aklamasi artinya tidak ada perpecahan di tubuh kader Golkar. Dengan demikian, ke depan bagaimana menjalankan strategi pada agenda politik menghadapi pilkada bisa dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Roem Kono juga mengapresiasi kinerja HM Ruslan selama menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kalteng selama 3 tahun, salah satunya memenangkan pemilu anggota legislatif serta memenangi tujuh pemilihan kepala daerah di Kalteng.”Harapan saya terpilihnya HM. Ruslan bisa membangkitkan kejayaan Golkar Kalteng serta memenangi sejumlah agenda politik, seperti pilkada serentak yang dalam waktu dekat akan dilaksanakan di daerah setempat, pileg, dan pilpres,” katanya.
Setelah terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar secara aklamasi dari hasil musda, dalam waktu dekat ini Ruslan akan segera melakukan penyusunan kepengurusan baru.
Dalam kepengurusan tersebut, kata dia, tentunya akan ada perombakan, selain jabatan sekretaris, tidak ada pergantian.”Dalam waktu sebulan, kami akan menyusun kepengurusan baru DPD. Hal ini mengingat ada beberapa kegiatan di Pangkalan Bun. Makanya, tidak bisa cepat menyusun kepengurusan yang baru,” kata Ruslan.
Mengenai pemilihan Gubernur Kalteng siapa yang akan didukung partai berlambang pohon beringin itu, sesuai pernyataan Waketum DPP Golkar, pihaknya akan mengamankan dukungan tersebut untuk petahana.
Kendati demikian, petahana tetap akan disurvei internal partai. Apabila hasil surveinya rendah, partai tidak akan berani mengusung petahana.”Hasil survei internal partai kami sangat menentukan. Kami sangat konsisten apabila petahana surveinya rendah, tidak akan mengusung,” katanya.(adi)