BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kalimantan, Gang Kalimantan, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Sedikitnya 11 bangunan terdampak, sementara sekitar 50 warga kehilangan tempat tinggal akibat amukan si jago merah.
Berdasarkan hasil pendataan Pemerintah Kelurahan Pahandut, bangunan yang terdampak terdiri atas tujuh unit rumah dengan kerusakan berat, satu unit rumah rusak sedang, satu barak empat pintu, serta dua gedung walet yang salah satunya mengalami kerusakan sedang.
Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, musibah tersebut berdampak kepada sembilan kepala keluarga dengan total sekitar 50 jiwa.
“Jumlah warga yang terdampak sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total sekitar 50 jiwa,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah warga, kobaran api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah milik warga berinisial DR. Salah seorang korban, Juliadi (43), mengaku mengetahui peristiwa itu saat sedang berjualan di kawasan Jalan Bangka.
Mendengar teriakan kebakaran, ia bergegas pulang. Namun saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melalap rumah yang diduga menjadi titik awal sebelum menjalar ke bangunan lain yang berdempetan.
“Saya sudah tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumah karena api sangat cepat membesar,” ujarnya.
Warga juga menyebut DR pernah beberapa kali menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan. Bahkan, menurut pengakuan warga, yang bersangkutan pernah mencoba membakar kasur di rumahnya pada tahun lalu, namun berhasil digagalkan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Inafis Polresta Palangka Raya bersama personel Polsek Pahandut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di lokasi kebakaran. Sejumlah barang bukti, di antaranya sampel abu arang, selang gas yang terbakar, serta sebuah korek api gas, turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pria yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Iya betul, ada, sudah diamankan,” katanya.
Namun demikian, polisi belum menetapkan status hukum yang bersangkutan. Penyidik masih mendalami keterangannya, termasuk informasi yang beredar bahwa pria tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan.
“Diajak komunikasi masih susah. Yang bersangkutan masih didalami anggota. Untuk dugaan tersebut juga masih didalami,” jelas Kapolsek.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk memastikan sumber api serta ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, sementara puluhan warga harus mengungsi karena tempat tinggal mereka ludes terbakar. YUD





