Karya: Rahmi Nurfitriana
Siang turun tanpa aba-aba,
matahari belum benar-benar pergi.
Hujan jatuh pelan di sela waktu,
membasuh lelah yang tak sempat diucap.
Langit meredup, jalanan berkilau,
orang-orang berhenti sebentar dari arah.
Di balik payung dan kaca jendela,
ada jeda yang terasa cukup.
Saat rintik memilih pamit,
cahaya kembali mencari celah.
Langkah pun berani dilanjutkan,
seolah esok tahu ke mana pulang.
Palangka Raya, 2025





