BKSDA Evakuasi Satwa Dilindungi dari Tempat Wisata Barito Selatan

, , – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah mengevakuasi empat satwa dilindungi dari tempat Rawa Wendu di , Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten .
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalimantan Tengah Nizar Ardhanianto di Buntok, Selasa (28/1/2020), mengatakan bahwa evakuasi senyulong, buaya muara, binturung, dan owa-owa dari Rawa Wendu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.
Setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan satwa dilindungi di tempat wisata tersebut, petugas BKSDA menemui pemilik Rawa Wendu untuk meminta keterangan mengenai izin pemeliharaan satwa-satwa tersebut.
“Setelah ditanyakan, ternyata pemilik tempat wisata tidak memiliki izin, sehingga berdasarkan kesepakatan, satwa yang dilindungi itu dievakuasi dari objek wisata yang berlokasi di Desa Sanggu,” kata Nizar.
BKSDA, ia melanjutkan, juga menyampaikan kepada pemilik tempat wisata bahwa memelihara apalagi memanfaatkan satwa dilindungi untuk tujuan komersil tanpa izin merupakan pelanggaran aturan.
Nizar menjelaskan pula bahwa satwa-satwa yang dievakuasi dari tempat wisata Rawa Wendu akan diperiksa kondisi kesehatannya dan kemudian direhabilitasi.
Rehabilitasi owa-owa akan dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Kalawet Kalimantan Tengah di dan binturung akan dibawa ke pusat rehabilitasi satwa di Dusun Pararawen, Kabupaten . Sementara buaya muara dan buaya senyulong akan dibawa ke Tangkiling.
“Satwa liar tersebut direhabilitasi terlebih dahulu mengingat lima satwa ini sudah terbiasa kontak langsung dengan manusia,” katanya.
Setelah menjalani rehabilitasi dan dinilai bisa kembali ke habitat aslinya, satwa-satwa tersebut akan dilepasliarkan di kawasan cagar alam.(ant/adi)