Penanganan Longsor Sungai Bengaris Jadi Bukti Kesiapan Pemkab Barito Utara Hadapi Bencana

Muara Teweh – Kelancaran penanganan longsor di anak Sungai Bengaris RT 29, Kelurahan Lanjas, menjadi bukti nyata kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Kehadiran tim teknis PUPR sesaat setelah kejadian mendapat pengakuan dari pihak legislatif.

Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, dalam keterangannya pada Kamis (2/4/2026), menyebut bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat. Gerak cepat tersebut telah meminimalisir kepanikan warga di lokasi longsor.

Meskipun demikian, Gun memberikan peringatan agar pengerjaan permanen pasca tanggap darurat harus dilakukan dengan standar konstruksi tinggi. Ia tidak ingin efisiensi waktu justru mengorbankan kualitas pondasi dan dinding penahan tanah yang sedang dibangun.

“Pekerjaan jangan sampai tidak sesuai perencanaan. Jika bentuk konstruksinya tidak tepat, dikhawatirkan bisa berisiko runtuh kembali,” tegas Gun Sriwitanto. Ia merujuk pada standar konstruksi penahan tebing sungai yang harus memiliki daya ikat tanah yang kuat.

Pihaknya mendorong agar Dinas PUPR terus melakukan evaluasi terhadap setiap titik rawan di wilayah Lanjas dan sekitarnya. Penanganan di RT 29 Sungai Bengaris diharapkan menjadi model penanganan yang komprehensif, baik dari sisi kecepatan maupun kekuatan bangunan.

Gun menutup pernyataannya dengan harapan agar pengerjaan berjalan tanpa hambatan cuaca. Ia meminta masyarakat untuk turut mengawasi jalannya proyek dan segera melapor ke dewan atau dinas jika melihat adanya pengerjaan yang meragukan.