Pastikan Stok Aman, Disdagperin Kalteng Awasi Distributor Plastik di Palangka Raya

Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Norhani, saat melakukan pengawasan terhadap stok dan harga plastik kemasan di sejumlah distributor dan toko besar di Kota Palangka Raya

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pengawasan mendadak terhadap stok dan harga plastik kemasan di sejumlah distributor dan toko besar di Kota Palangka Raya pada Jumat (17/4/2026).

Hasil pengawasan menunjukkan terjadinya kelangkaan stok dan kenaikan harga yang cukup signifikan pada produk plastik jenis tertentu.

Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Norhani, mengungkapkan bahwa komoditas yang paling terdampak adalah plastik jenis HD (kresek) ukuran 15 dan 24, serta plastik PE (plastik gula) terutama merk Bawang.

“Produk plastik HD merk Bawang mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar 30 persen. Sementara itu, untuk merk lainnya, meski stok masih tersedia, harganya melonjak hingga 50 persen dari harga normal karena tingginya permintaan pasar akibat kelangkaan merk utama,” ujar Norhani.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa toko seperti Toko Plastik Panca Warna dan Toko Berdikari melaporkan kekosongan stok untuk ukuran plastik kemasan makanan. Di Toko Berdikari misalnya, harga plastik yang semula Rp7.000 per kemasan 250 gram kini melonjak drastis menjadi Rp16.000.

Norhani menjelaskan berdasarkan informasi dari pelaku usaha bahwa fenomena kenaikan tersebut dipicu oleh faktor eksternal global.

“Informasi dari pelaku usaha menyebutkan bahwa kelangkaan ini terjadi akibat terhambatnya import bahan baku biji plastik sebagai dampak dari perang Amerika-Iran,” jelasnya.

Hal tersebut menyebabkan produsen dalam negeri kekurangan bahan baku sehingga jumlah produksi menurun dan tidak mampu mengakomodir seluruh permintaan pasar.

Menyikapi kondisi tersebut, Disdagperin Kalteng telah menyiapkan sejumlah rencana tindak lanjut. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan penyuplai dan distributor besar untuk menambah kuota plastik guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Tengah.

Selain itu, Norhani mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke gaya hidup ramah lingkungan sebagai solusi jangka panjang.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membawa tempat atau kemasan sendiri saat berbelanja makanan. Kami juga akan mengedukasi penggunaan tas belanja alternatif seperti paper bag yang dapat diproduksi sendiri oleh UPT Rumah Kemasan Disdagperin Provinsi Kalteng,” pungkasnya. (asp)