BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memotivasi para lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya agar mampu menjadi penggerak utama pembangunan daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah.
Hal tersebut ditekankan guna memastikan generasi muda tidak sekadar menjadi penonton di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Darliansjah, saat menghadiri Wisuda Sarjana XL dan Magister XVII UIN Palangka Raya mengingatkan bahwa gelar akademik merupakan titik awal untuk menghadapi realitas dunia kerja.
“Wisuda ini bukanlah akhir. Jangan terlena, harus siap menghadapi dunia nyata dengan persaingan yang keras. Namun, jangan takut, harus berani. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha, berikhtiar, dan berdoa,” ujar Darliansjah di Aula UIN Palangka Raya, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan bahwa para wisudawan memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola kekayaan daerah bagi kemajuan Kalimantan Tengah.
“Anak-anakku wisudawan harus sadar bahwa sumber daya alam Kalteng luar biasa. Jangan sampai hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi tuan rumah di tanah sendiri,” tegasnya.
Selain motivasi akademik, Darliansjah juga menyoroti berbagai tantangan global dan domestik yang sedang dihadapi pemerintah daerah, mulai dari dampak geopolitik dunia terhadap stabilitas harga energi hingga kesiapan menghadapi fenomena El Nino.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Kalteng telah mengambil langkah tegas, seperti membentuk tim khusus pengawasan BBM dan menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali menegaskan komitmen Gubernur dalam menempatkan pendidikan sebagai prioritas tertinggi demi mencetak kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Tegak lurus Asta Cita Bapak Presiden, sektor pendidikan menjadi prioritas saya selaku Gubernur, sebagai pilar utama pembangunan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang berkah, maju, dan bermartabat menuju Indonesia Emas,” tutur Darliansjah.
Meski di tengah upaya efisiensi anggaran, Pemprov Kalteng memastikan dukungan terhadap mutu pendidikan tinggi tetap terjaga karena maju mundurnya sebuah daerah sangat bergantung pada kualitas SDM-nya. (asp)





