BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tetap dalam kondisi aman.
Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, pangkalan LPG, dan Gudang Bulog Regional Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, Selasa (26/5/2026).
Pemantauan dipimpin Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, bersama jajaran terkait. Kegiatan tersebut menyasar Pasar Besar, Pasar Kahayan, sejumlah pangkalan LPG, serta Gudang Bulog Regional Kalteng di Jalan Tjilik Riwut Km 3.
Linae mengatakan, pemantauan rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan guna memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga komoditas strategis terkendali.
“Menjelang Hari Raya Iduladha, pemerintah melakukan kunjungan ke sejumlah titik untuk mengecek ketersediaan bahan pangan dan perkembangan harga di pasaran. Kita ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap stabil bagi masyarakat,” ujarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masih tersedia dengan harga yang relatif stabil.
Beras SPHP dijual sekitar Rp13.800 per kilogram, bawang merah Rp41.500 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, serta cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing sekitar Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah berada di kisaran Rp57.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi murni tercatat sekitar Rp140.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.
Sedangkan telur ayam ras dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, gula konsumsi Rp17.500 per kilogram, minyak goreng curah dan Minyakita Rp15.700 per liter, serta minyak goreng kemasan sekitar Rp22.000 per liter.
Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, Linae menilai kondisi pasar masih cukup terkendali dan belum menunjukkan gejolak yang signifikan.
“Kami melihat memang ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga, tetapi ada juga yang tetap stabil. Kondisi ini diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” katanya.
Pemerintah juga mengingatkan para pedagang dan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan barang yang berpotensi mengganggu distribusi dan memicu lonjakan harga di pasaran.
“Kami berharap masyarakat dan pedagang tidak melakukan penimbunan. Penimbunan dapat berdampak pada terganggunya distribusi dan memicu kenaikan harga yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas,” tegasnya.
Menurut Linae, Pemprov Kalteng akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung visi pembangunan yang diusung Gubernur Kalteng.
“Masyarakat tidak perlu resah karena pemerintah senantiasa berkomitmen mendukung ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Iduladha dengan aman, nyaman, tertib, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya. (asp)





