BALANGANEWS PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menggelar konferensi pers bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijino, di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Pertemuan tersebut digelar untuk memberikan kejelasan serta peta jalan (roadmap) penanganan terkait pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng terus bergerak aktif mengawal pemulihan jaringan kelistrikan agar masalah yang merugikan publik ini segera teratasi.
“Kegaduhan masyarakat Kalimantan Tengah adalah kegaduhan kami. Ketidaknyamanan masyarakat juga menjadi ketidaknyamanan kami. Karena itu saya memanggil langsung pihak PLN untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat,” ujar Agustiar.
Dalam kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas terganggunya kenyamanan serta aktivitas pasokan listrik warga di Kalteng maupun Kalsel.
Iwan menerangkan bahwa krisis pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan dipicu oleh gangguan teknis pada tiga unit pembangkit utama sejak pekan ketiga Juli 2026.
Tiga gangguan tersebut mencakup kerusakan generator PLTU Asam-Asam pada 23 Juli, kebocoran pipa boiler pada PLTU PT SKS Listrik Kalimantan di Gunung Mas pada 22 Juli, serta kendala sistem pelumasan turbin di PLTU PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong pada 24 Juli.
Meski demikian, Iwan mengabarkan progres pemulihan berjalan positif. Pembangkit PLTU TPI Tabalong berkapasitas 100 MW telah beroperasi kembali sejak 28 Juli—dua hari lebih cepat dari estimasi awal. Masuknya pasokan ini memangkas durasi pemadaman dari rata-rata 6 jam menjadi 3 jam per hari.
Selanjutnya, pemulihan PLTU SLK di Gunung Mas berkapasitas 100 MW ditargetkan rampung pada 5 Agustus 2026.
“Dengan demikian kondisi kelistrikan akan tidak ada lagi pemadaman, tetapi masih dalam kondisi siaga dengan cadangan daya yang masih terbatas. Jadi maksudnya siaga itu tidak ada padam, tapi cadangannya kecil gitu,” kata Iwan.
Sementara itu, proses penanganan penuh untuk memulihkan sistem secara ideal dengan cadangan daya mencukupi dipusatkan pada perbaikan PLTU Asam-Asam, yang ditargetkan selesai dan masuk kembali ke sistem interkoneksi pada 25 Agustus 2026.
Pihak PLN memastikan seluruh personel dan sumber daya dikerahkan secara maksimal demi mempercepat penanganan, seraya berkomitmen menyampaikan pembaruan perkembangan secara berkala kepada masyarakat. (asp)





