Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Tahura Sabaru

Tim gabungan Dalkarhutla Dishut Provinsi Kalteng, Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng, dan Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Tahura, Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Tim gabungan yang terdiri atas Dalkarhutla Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Tim Pemadaman Darat Dishut Kalteng, dan Manggala Agni terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tahura, Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Jumat (7/8/2026).

Kepala Dishut Provinsi Kalteng, Agustan Saining, mengatakan titik api pertama kali terdeteksi melalui patroli drone Posko Dalkarhutla Dishut Kalteng pada pukul 11.31 WIB. Setelah menerima laporan, personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk mencegah api meluas.

“Begitu titik api terpantau, personel segera bergerak ke lapangan agar api tidak semakin meluas. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur yang terlibat,” ucapnya.

Di lokasi kejadian, petugas menghadapi kondisi lahan gambut yang dipenuhi semak belukar, pakis-pakisan, dan pohon akasia. Vegetasi yang kering menyebabkan api cepat menjalar sehingga proses pemadaman membutuhkan upaya lebih dari seluruh personel.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan berbagai peralatan pendukung, antara lain mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray, serta perangkat komunikasi. Sumber air untuk pemadaman diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

“Selama proses penanganan, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung, di antaranya mobil pikap, mesin pompa air, selang pemadam, nozzle spray, serta perangkat komunikasi. Sumber air diperoleh dari parit yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran,” tambahnya.

Petugas melakukan pemadaman, membuat sekat pembatas agar api tidak terus merambat, serta melakukan pendinginan pada area yang telah dikuasai.

Hingga operasi berakhir pada pukul 17.22 WIB, kebakaran berhasil dikendalikan di lahan seluas sekitar 0,91 hektare.

Meski demikian, upaya penanganan masih terus dilanjutkan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

“Meski demikian, api belum sepenuhnya padam sehingga lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala,” lanjutnya.

Agustan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya karhutla yang dapat merusak hutan, lahan, dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas masyarakat,” ungkapnya. (asp)