BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mengerahkan tim untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima titik yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya.
Lima lokasi tersebut berada di Jalan Bukit Keminting, Kelurahan Palangka; Jalan Yos Sudarso Ujung, Kelurahan Menteng; Jalan Yusuf Arimatea di samping TPU Hindu, Kelurahan Bukit Tunggal; Jalan GS Rubay Gang Mawar Indah, Kelurahan Kereng Bangkirai; serta Jalan Sepan Raya, Kelurahan Kereng Bangkirai.
Kepala Dishut Provinsi Kalteng, Agustan Saining, mengatakan pemadaman dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan luasan karhutla, terlebih status tanggap darurat masih berlaku hingga 29 September 2026.
“Hingga saat ini kami sudah mencatat 749 titik kebakaran dengan luasan mencapai 287,99 hektar sepanjang tahun 2026. Selain pemadaman di lapangan, tim juga melakukan penyelamatan satwa serta penanganan lingkungan di 40 lokasi yang teridentifikasi,” ucapnya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, perusahaan, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mempercepat pengendalian api, khususnya di wilayah yang rawan terbakar.
“Kami terus bergerak dari pagi hingga sore, bahkan jika diperlukan melakukan operasi pendinginan di malam hari. Namun masyarakat juga harus sadar bahwa membakar lahan secara sengaja itu dilarang dan berbahaya, apalagi di kawasan gambut yang api sulit mati sepenuhnya,” tambah Agustan.
Selain pemadaman, tim di lapangan juga melakukan pendinginan untuk memastikan bara api tidak kembali menyala. Upaya tersebut menjadi penting terutama pada lahan gambut yang memiliki potensi api menjalar di bawah permukaan.
Status tanggap darurat karhutla di Kalimantan Tengah berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026. Selama periode tersebut, mobilisasi personel dan sumber daya terus diperkuat melalui posko-posko pengendalian karhutla di kabupaten dan kota.
Berdasarkan catatan hingga saat ini, kegiatan penanganan karhutla sepanjang 2026 meliputi 749 titik kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 287,99 hektare.
Selain itu, tercatat 22 kali operasi penyelamatan satwa liar dan 40 lokasi pemadaman berbasis pendekatan lingkungan.
Agustan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena berpotensi memperluas kebakaran dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan.
“Dalam hal ini mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk alasan apa pun,” ungkapnya.
Pemerintah berharap kesadaran masyarakat dan kolaborasi seluruh unsur dapat terus diperkuat selama masa tanggap darurat, sehingga potensi kebakaran baru dapat dicegah dan titik api yang muncul bisa segera ditangani. (asp)





