BALANGANEWS, PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mendorong Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memperkuat kebersamaan dan kemandirian daerah sebagai fondasi pembangunan yang semakin maju, merata, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Agustiar saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kobar Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Kotawaringin Barat, Selasa (6/10/2026).
Agustiar mengatakan, kemajuan Kobar hingga usia ke-67 merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai elemen masyarakat.
Karena itu, momentum hari jadi menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam melanjutkan pembangunan.
“Peringatan hari jadi ke-67 ini hendaknya kita jadikan momentum memperkuat semangat kebersamaan, semangat Huma Betang. Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan,” ujar Gubernur Agustiar.
Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan tema Hari Jadi ke-67 Kobar, yakni “Inovasi dan Kolaborasi untuk Kobar Makin Jaya”.
Pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi agar pembangunan memberikan manfaat hingga wilayah pedalaman.
“Kita semua harus bersinergi dan berkolaborasi bersama untuk mewujudkan pembangunan daerah yang semakin adil dan merata, dari pedalaman hingga perkotaan,” katanya.
Selain kolaborasi, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya membangun kemandirian daerah dengan mengoptimalkan potensi dan kearifan lokal.
Sumber daya alam, produk lokal, UMKM, pariwisata, ketahanan pangan, serta kekayaan budaya dinilai perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
“Daerah maju adalah daerah yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak kehilangan jati diri,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak masyarakat mendukung sejumlah program pemerintah, termasuk Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
Di Kabupaten Kobar tercatat sebanyak 13.028 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan program tersebut.
Masyarakat juga diajak mendukung program prioritas pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.
Di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026, Agustiar turut mengingatkan masyarakat mengenai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Saya meminta masyarakat tetap tenang namun waspada, saling peduli dan saling menjaga. Baik perusahaan maupun masyarakat tidak boleh membuka lahan dengan cara membakar,” pesannya.
Gubernur Agustiar menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
“Penanganan karhutla bukan hanya soal pemadaman. Pemerintah harus hadir membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Ia menyebut perlindungan masyarakat dapat dilakukan melalui penyediaan rumah oksigen, masker, multivitamin, air bersih, serta berbagai bantuan lainnya sesuai kebutuhan. (asp)





