Dewan Sampaikan di Wilayah Selatan Keluhkan Tenaga Kesehatan dan Guru

f1ee8ed3 07a7 44ca b153 448981cd53d4
Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Firdaus

BALANGANEWS, KASONGAN – Ternyata masyarakat kita di wilayah selatan Kabupaten Katingan, seperti di Kecamatan Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala, juga keluhkan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga pendidik (guru).

Hal itu diketahui saat beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan menghadiri kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, pekan lalu.

Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Firdaus, Jumat siang (24/2/2023) kemarin saat dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan, bahwa banyaknya masyarakat di wilayah selatan Katingan yang mengeluh tentang sejumlah nakes dan guru yang ditempatkan di Pustu dan di sekolah sering tidak berada di tempat tugasnya.

Pertanyaannya menurut Firdaus, apakah belum ada petugasnya ataukah sudah ditempatkan petugasnya di Pustu tersebut, namun mereka banyak Dinas Luar (DL). “Ini khusus masalah nakes di Pustu,” kata anggota dewan asal dapil Katingan II yang meliputi wilayah Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala ini

Sedangkan untuk guru menurutnya, kalau memang ada beberapa sekolah, baik di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun di tingkat Sekolah Dasar (SD) kekurangan guru, harusnya Dinas Pendidikan bisa menempatkan guru baru di sekolah tersebut. Tapi jika belum ada stok guru, bisa saja ditempatkan guru bantu. “Sehingga, proses belajar mengajar di sekolah tersebut dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Karena, jika gurunya kurang di satu sekolah di desa tersebut, katakanlah guru agama, lanjutnya, hal ini berarti kurang lengkapnya ilmu yang didapat oleh siswa di sekolah tersebut. “Jika kurang lengkap, tentu saja kalah bersaing dengan siswa-siswi yang bersekolah di perkotaan,” terangnya

Padahal, sekolah menurutnya adalah tempat masyarakat menuntut ilmu. Artinya, keberadaan sekolah harus dilengkapi dengan guru dan sejumlah buku. “Jika tempatnya ada dan bukunya tersedia, tapi gurunya tidak lengkap, bagaimana kita bisa untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal,” pungkas legislator Partai Amanat Indonesia (PAN) ini. (abu)