BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sutik, mendorong percepatan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Langkah hilirisasi ini dinilai strategis untuk memutus ketergantungan pengiriman bahan mentah ke luar daerah sekaligus mendongkrak harga komoditas di tingkat lokal.
Sutik menyatakan dukungan penuh terhadap investasi tersebut karena diyakini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sektor pertambangan di Bumi Tambun Bungai.
“Dengan smelter, saya mendukung sekali, biar harga bauksit bagus,” ucap Sutik di Palangka Raya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, kualitas cadangan bauksit yang ada di wilayah Kotawaringin Timur memiliki standar yang sangat baik. Sangat disayangkan jika potensi sumber daya alam yang melimpah tersebut harus diproses di provinsi lain, sehingga keuntungan ekonominya tidak terserap maksimal oleh daerah asal.
“Bauksit di Kotawaringin Timur tergolong bagus, jadi daripada menjual bauksit ke daerah lain, lebih baik diolah di sini,” tegas politisi Golkar ini.
Lebih lanjut, Sutik meyakini kehadiran smelter akan menciptakan efek rembetan ekonomi (multiplier effect) yang luas bagi masyarakat sekitar.
Selain meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), keberadaan industri ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja masif dan menghidupkan sektor usaha mikro di sekitar kawasan industri.
“Dengan adanya smelter di Kotim, tentunya berdampak panjang terhadap ekonomi. Dampaknya baik dan menguntungkan, masyarakat juga bisa ikut merasakan karena apa-apa yang dijual laku,” jelasnya.
Terkait kekhawatiran dampak lingkungan yang menyertai pembangunan industri ekstraktif, Sutik menekankan pentingnya komitmen perusahaan dalam menerapkan standar operasional yang ketat.
Ia menilai potensi pencemaran dapat diminimalisir melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan yang optimal, sehingga kemajuan industri tetap berjalan beriringan dengan kelestarian ekosistem.
Dukungan legislatif ini diharapkan menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Kalteng, sekaligus memastikan bahwa kekayaan alam daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal melalui jalur industrialisasi. (asp)
