BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Ferry Khaidir, memanfaatkan masa reses untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dengan kebutuhan infrastruktur dan pelayanan dasar menjadi usulan yang paling banyak disampaikan warga.
Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari kondisi jalan, peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan fasilitas umum, hingga penguatan sektor pertanian dan penyediaan jaringan internet di wilayah pedesaan.
Ferry mengatakan, setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah sesuai skala prioritas pembangunan.
Di Desa Bringin Agung, Kecamatan Telaga Antang, masyarakat mengusulkan perbaikan jalan utama menuju padepokan di RT 12/RW 13, pembangunan musala bagi kalangan muda di RT 18/RW 4, serta pembangunan balai desa.
Warga juga berharap adanya peningkatan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih memadai dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Masyarakat juga berharap adanya tempat penampungan sawit serta pembentukan kelompok tani untuk memperkuat sektor pertanian desa,” ujar Ferry.
Sementara itu, masyarakat di wilayah Telaga Antang lainnya mengusulkan bantuan pembangunan pesantren senilai Rp1,2 miliar, pembangunan sarana olahraga, perbaikan rambu-rambu jalan, serta peningkatan mutu pendidikan di Desa Telaga Baru.
Persoalan sengketa lahan juga menjadi salah satu perhatian utama masyarakat yang diharapkan dapat segera diselesaikan melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Di Kecamatan Mentawa Baru Hilir, warga meminta dukungan perlengkapan kesenian reog bagi Paguyuban Putra Terate di Desa Pundu, pembangunan musala, serta bantuan operasional bagi mantir adat dan yayasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).
Sedangkan masyarakat di Desa Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, mengusulkan pengecoran jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian. Warga juga meminta pemerintah meningkatkan penanganan terhadap peredaran narkoba yang dinilai mulai meresahkan.
Selain itu, kebutuhan air bersih dan pemerataan akses internet di wilayah pedesaan turut menjadi aspirasi yang disampaikan masyarakat selama pelaksanaan reses.
Ferry menegaskan seluruh masukan yang diterima akan diperjuangkan melalui DPRD Kalimantan Tengah dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami kawal dan koordinasikan dengan pemerintah daerah agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas pembangunan,” pungkasnya. (asp)





