BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya, terutama menjelang musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Menurut Nenie Adriati Lambung, pencegahan karhutla tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta perangkat lingkungan seperti RT dan RW untuk meningkatkan kesadaran warga.
“Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga RT dan RW memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada warga mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Nenie, Selasa (12/5/2026).
Ia menilai masyarakat yang tinggal di kawasan rawan kebakaran memiliki posisi strategis dalam melakukan pencegahan sejak dini. Karena itu, edukasi dan sosialisasi terkait bahaya karhutla perlu terus diperkuat melalui forum lingkungan maupun komunitas warga.
Nenie juga mengingatkan potensi karhutla perlu diantisipasi secara serius karena musim kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih lama. Menurutnya, langkah pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Jika semua pihak bergerak bersama, risiko karhutla dapat ditekan,” katanya.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat agar Kota Palangka Raya terhindar dari ancaman karhutla yang dapat berdampak pada kesehatan serta aktivitas warga. (asp)





