Subandi Minta Warga Bergerak Cepat Cegah Karhutla Sejak Muncul Titik Api

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Masyarakat diminta tidak menunggu kebakaran meluas untuk mengambil tindakan. Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu ditingkatkan mulai dari lingkungan masing-masing.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan pencegahan akan jauh lebih mudah dilakukan ketika masyarakat ikut mengenali dan mengantisipasi potensi munculnya api sejak awal.

Hal tersebut disampaikannya usai membuka Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Palangka Raya Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perda Nomor 9 Tahun 2024 tentang Kampung Wisata di Aula Kecamatan Sabangau, Kamis (30/7/2026).

Subandi menilai upaya pemerintah dalam mengedukasi masyarakat perlu terus diperkuat. Ia mengapresiasi keterlibatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kota Palangka Raya, TNI, Polri serta berbagai unsur masyarakat dalam menyampaikan informasi mengenai pencegahan karhutla.

“Langkah sosialisasi yang dilakukan pemerintah provinsi maupun kota bersama TNI, Polri dan masyarakat tentu sangat penting. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan agar masyarakat memahami bagaimana mencegah karhutla,” ujar Subandi.

Menurutnya, salah satu hal yang paling perlu dihindari selama kondisi kering adalah penggunaan api untuk membersihkan lahan maupun membakar sampah. Api yang semula kecil dapat dengan cepat berkembang ketika kondisi lingkungan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat mematuhi ketentuan yang ada. Kalau membersihkan lahan jangan menggunakan cara dibakar. Begitu juga dengan sampah, sebaiknya jangan dibakar saat musim kemarau seperti sekarang,” tegasnya.

Selain menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, Subandi mengajak masyarakat lebih aktif memperhatikan kondisi lingkungan. Warga diminta saling mengingatkan dan segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Ia juga mendorong semangat gotong royong dalam penanganan awal. Menurutnya, kebakaran yang masih kecil akan lebih mudah dikendalikan apabila segera diketahui dan ditangani sebelum menjalar ke area yang lebih luas.

“Kalau ada api yang mulai muncul, jangan dibiarkan. Mari bersama-sama bergotong royong dan segera melakukan penanganan awal agar api tidak semakin besar,” katanya.

Subandi menegaskan bahwa keberhasilan mencegah karhutla membutuhkan peran bersama. Pemerintah dan aparat memiliki tugas dalam penanganan, tetapi masyarakat merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lingkungan sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Ia berharap kesadaran tersebut terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga jumlah titik api dapat ditekan dan dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan serta aktivitas warga dapat diminimalkan. (asp)