Subandi Cek Puskesmas Menteng, Layanan Kesehatan Tetap Berjalan 24 Jam

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Aktivitas pelayanan di Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya tetap berlangsung normal selama kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fasilitas kesehatan tersebut juga tetap menyiagakan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat.

Kondisi tersebut diketahui setelah Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, melakukan peninjauan langsung ke Puskesmas Menteng, Jumat (2/10/2026).

Dalam pemantauan itu, Subandi melihat sejumlah layanan tetap berjalan, mulai dari pelayanan umum hingga penanganan kondisi darurat. Fasilitas oksigen dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga tetap tersedia sepanjang hari, termasuk pelayanan persalinan.

“Dari hasil pemantauan, pelayanan di Puskesmas Menteng tetap berjalan dengan baik. Masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan, termasuk untuk kebutuhan darurat yang memang harus dilayani selama 24 jam,” kata Subandi.

Ia mengatakan keberadaan layanan kesehatan yang siaga menjadi penting di tengah kondisi udara yang kurang baik. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan, tetap dapat datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Meski kabut asap berdampak terhadap aktivitas masyarakat, Subandi menyebut jumlah kunjungan pasien ISPA di Puskesmas Menteng justru tercatat mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kalau melihat data yang disampaikan kepada kami, pasien ISPA justru mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya. Tetapi kita tetap tidak boleh lengah karena kondisi kabut asap masih perlu diantisipasi,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS juga tetap diberikan, baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan rutin. Puskesmas Menteng turut mengatur pelayanan pasien berdasarkan kelompok usia agar penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Selain memastikan pelayanan berjalan, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi DPRD untuk melihat kebutuhan yang masih perlu diperkuat di Puskesmas Menteng.

Salah satunya adalah kebutuhan tenaga terapis gigi dan mulut. Menurut Subandi, jumlah tenaga yang tersedia saat ini perlu ditambah karena terdapat petugas yang telah memasuki masa pensiun dan ada pula yang meninggal dunia.

“Untuk tenaga terapis gigi dan mulut memang ada kebutuhan tambahan. Ada tenaga yang sudah pensiun dan ada juga yang meninggal, sehingga ini perlu dicarikan solusinya,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, persoalan lahan parkir juga menjadi salah satu catatan. Area parkir di bagian depan puskesmas dinilai sudah tidak mampu menampung kendaraan, bahkan sebagian kendaraan harus menggunakan area hingga ke badan jalan.

Subandi menyebut terdapat usulan untuk melakukan penimbunan lahan di bagian belakang puskesmas agar dapat dimanfaatkan sebagai tambahan area parkir.

“Parkir juga menjadi perhatian karena bagian depan sudah penuh dan kendaraan sampai ke jalan. Ada usulan agar lahan di belakang bisa ditimbun dan nantinya dimanfaatkan untuk parkir,” pungkasnya.

Ia berharap berbagai kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga Puskesmas Menteng tidak hanya mampu mempertahankan layanan 24 jam, tetapi juga semakin siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai kondisi. (asp)