BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp509 miliar dalam Rancangan APBD 2027. Angka tersebut naik sekitar Rp150 miliar dibandingkan target PAD 2026 yang ditetapkan sebesar Rp359 miliar.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan peningkatan target tersebut menjadi bagian dari proyeksi kemampuan keuangan daerah pada tahun mendatang. Hal itu disampaikannya setelah mengikuti Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 dengan agenda pidato pengantar Wali Kota terkait Raperda APBD 2027, Jumat (2/10/2026).
“Target PAD kita untuk 2026 sekitar Rp359 miliar. Untuk 2027 ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp509 miliar, atau PAD murni,” kata Subandi.
Menurutnya, kenaikan target tersebut sejalan dengan proyeksi APBD Kota Palangka Raya yang juga mengalami peningkatan. Jika APBD 2026 berada di kisaran Rp1,2 triliun, maka pada 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 triliun.
Meski peningkatan PAD menunjukkan adanya optimisme terhadap kapasitas fiskal daerah, Subandi mengingatkan target tersebut harus dibarengi langkah nyata untuk menggali dan mengoptimalkan sumber pendapatan yang tersedia.
Pemerintah kota, menurut dia, masih memiliki ruang untuk meningkatkan penerimaan dari sejumlah sektor, terutama pajak daerah, retribusi dan sumber pendapatan lain yang sah.
“Potensi pendapatan yang ada harus terus dioptimalkan. Tetapi tentu tetap harus melihat kondisi masyarakat dan kemampuan ekonomi daerah, sehingga peningkatan pendapatan tidak justru menjadi beban,” ujarnya.
Di sisi lain, Subandi melihat terdapat peluang tambahan penerimaan dari pemerintah pusat melalui transfer ke daerah (TKD). Salah satu yang menjadi perhatian berkaitan dengan kebijakan penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, khususnya untuk tenaga guru dan kesehatan.
“Untuk dana TKD juga ada kemungkinan bertambah. Salah satunya terkait penggajian PPPK paruh waktu, terutama guru dan tenaga kesehatan, yang nantinya menjadi tanggungan pemerintah pusat,” jelasnya.
Tambahan dukungan dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat struktur keuangan daerah pada 2027. Namun, DPRD juga mengingatkan agar pemerintah kota tidak mengabaikan target yang telah ditetapkan untuk tahun berjalan.
Subandi meminta seluruh target pendapatan maupun belanja dalam APBD 2026 dapat direalisasikan secara maksimal. Menurutnya, capaian tahun berjalan akan menjadi salah satu dasar penting dalam melihat kemampuan pemerintah daerah menjalankan rencana anggaran berikutnya.
“Kita berharap target 2026, baik pendapatan maupun belanja, bisa diselesaikan dengan maksimal. Jangan sampai ada program atau kegiatan yang sudah direncanakan tetapi tidak bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Dengan target PAD yang meningkat cukup signifikan, DPRD berharap pemerintah daerah dapat memperkuat pengelolaan pendapatan sekaligus memastikan setiap potensi penerimaan tercatat dan dikelola secara optimal.
Raperda APBD Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2027 selanjutnya akan memasuki tahapan pembahasan, mulai dari penyampaian pandangan umum fraksi, jawaban pemerintah daerah hingga pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD sebelum ditetapkan sesuai ketentuan. (asp)





