Instalasi Listrik Rumah Perlu Dicek, DPRD Palangka Raya Ingatkan Ancaman Kebakaran

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Masyarakat Kota Palangka Raya diminta tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Kabel dan jaringan listrik yang sudah lama, ditambah penggunaan perangkat elektronik yang semakin banyak, dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran apabila tidak diperiksa secara berkala.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan pemeriksaan instalasi listrik perlu menjadi perhatian, terutama pada rumah yang menggunakan jaringan listrik cukup lama.

“Instalasi listrik di rumah sebaiknya diperiksa secara berkala. Apalagi sekarang penggunaan peralatan elektronik semakin banyak, sehingga beban listrik juga ikut bertambah,” kata Arif, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, kondisi kabel yang sudah tua atau instalasi yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan daya dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting. Karena itu, masyarakat perlu memastikan jaringan listrik masih dalam kondisi aman sebelum menambah peralatan elektronik maupun meningkatkan kapasitas listrik.

Peringatan tersebut juga sejalan dengan kondisi di lapangan. Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, sebelumnya menyebut korsleting listrik menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kejadian kebakaran di wilayah tersebut.

Arif mengatakan persoalan instalasi sering kali baru mendapat perhatian setelah muncul masalah. Padahal, pemeriksaan lebih awal dapat membantu menemukan kabel, sambungan atau komponen lain yang sudah tidak layak digunakan.

“Jangan menunggu sampai terjadi korsleting baru instalasi diperiksa. Kalau ada kabel yang sudah rusak, sambungan bermasalah atau jaringan memang sudah lama, sebaiknya segera diperbaiki,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga yang melakukan penambahan daya maupun memasang peralatan dengan kebutuhan listrik cukup besar, seperti pendingin ruangan atau perangkat elektronik lainnya, agar memastikan kapasitas instalasi memang sesuai.

Penyesuaian kabel dan komponen listrik diperlukan apabila jaringan lama tidak lagi mampu menanggung tambahan beban. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang memahami instalasi listrik agar pemasangan tetap aman.

Selain persoalan listrik, Arif mengingatkan bahwa kebakaran permukiman juga dapat dipicu kelalaian sederhana. Kompor yang lupa dimatikan, penggunaan sumber api tanpa pengawasan, hingga kebiasaan meninggalkan peralatan elektronik dalam kondisi tertentu perlu dihindari.

“Pencegahan sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Pastikan kompor sudah mati setelah digunakan, jangan meninggalkan sumber api, dan perhatikan kondisi peralatan maupun instalasi listrik di rumah,” tuturnya.

Menurut Arif, kewaspadaan menjadi semakin penting di kawasan permukiman yang padat. Api yang muncul dari satu rumah berpotensi dengan cepat menjalar ke bangunan lain apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan instalasi listrik dan kebiasaan aman menggunakan peralatan rumah tangga sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran.

“Yang paling penting jangan menganggap hal kecil itu sepele. Pemeriksaan instalasi dan kehati-hatian dalam menggunakan sumber api bisa menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran,” pungkas Arif. (asp)