BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Musibah tenggelamnya remaja berusia 14 tahun di kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan anak saat beraktivitas di sekitar perairan.
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi peristiwa tersebut, terlebih kejadian itu juga berpotensi meninggalkan kesedihan dan trauma bagi teman-teman korban yang berada di lokasi.
“Saya pribadi berbelasungkawa dan berduka atas musibah ini. Kehilangan seorang anak dengan cara seperti ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga dan kawan bermainnya,” ujar Syaufwan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar keselamatan anak ketika bermain di sekitar sungai tidak diabaikan. Peran orang tua dinilai sangat penting, terutama dalam mengetahui aktivitas, lingkungan bermain, serta risiko yang mungkin dihadapi anak.
Syaufwan secara khusus mengingatkan bahaya bermain di Sungai Kahayan tanpa pemahaman yang memadai mengenai kondisi perairan. Anak-anak perlu diberikan edukasi sejak dini tentang risiko berada di sungai, terutama apabila belum memiliki kemampuan berenang yang baik.
“Sebagai orang tua, kita harus tegas memberikan pemahaman kepada anak mengenai bahaya bermain di Sungai Kahayan. Terutama jika mereka belum memiliki kecakapan berenang yang memadai,” tegasnya.
Selain memberikan pemahaman, ia mendorong orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan membekali anak dengan keterampilan berenang. Menurutnya, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal penting untuk mengenali risiko dan meningkatkan keselamatan ketika berada di lingkungan perairan, meskipun tetap tidak menggantikan pengawasan orang dewasa.
Ia berharap keluarga lebih memperhatikan kebiasaan bermain anak, khususnya di kawasan sungai, pelabuhan, maupun lokasi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak dapat beraktivitas dengan lebih aman.
“Bekali anak-anak kita dengan keterampilan berenang yang memadai,” pungkas Syaufwan.
Syaufwan berharap musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak. Pengawasan keluarga dan edukasi mengenai bahaya perairan diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa terulang di Kota Palangka Raya.(Asp)





