BALANGANEWS, PURUK CAHU – Kerusakan ruas jalan Nasional di KM 49 jalur Muara Teweh (Kab. Barut) – Puruk Cahu (Kab. Mura) kembali menjadi keluhan dan sorotan masyarakat pengguna jalan yang melintas di ruas jalan tersebut.
Lambatnya perbaikan dan penanganan oleh pihak terkait, dinilai telah berdampak buruk terhadap kelancaran arus transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat khususnya masyarakat di Wilayah 4 (empat) Kabupaten, Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito mulai dari Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Barito Timur (Bartim), Barito Utara (Barut) dan Kabupaten Murung Raya (Mura), terlebih lagi bagi masyarakat di wilayah 2 (dua) Daerah Kabupaten, yaitu Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Kabupaten Murung Raya (Mura).
Kerusakan badan jalan yang telah terjadi pada titik tersebut, menyebabkan kendaraan khususnya kendaraan Roda Empat (R4) kesulitan saat akan melintasinya, terutama kendaraan yang membawa muatan berat di jalur penghubung antar 2 (dua) Kabupaten tersebut. Dengan kondisi badan jalan yang rusak dan sempit saat ini, maka para supir pun harus ekstra berhati-hati pada saat akan melewatinya.
Akibat dari lambatnya penanganan badan jalan tersebut, khususnya kendaraan roda empat terpaksa dengan cara bergantian atau antri berjam-jam untuk dapat melintasinya, baik dari arah akan menuju Kab. Mura maupun ke arah Kab. Barut.
Dari pengakuan sejumlah supir, mereka mengaku sangat kesulitan untuk menghindari titik jalan yang rusak karena badan jalan yang terbatas. Apalagi supir yang membawa atau bermuatan barang beresiko tergelincir apabila mengambil jalur yang salah saat akan melewati titik ruas badan jalan yang rusak tersebut.
“Kami dengan sangat pelan apabila melewati jalan rusak dan sempit tersebut, akibatnya terjadi antrean panjang karena harus bergantian,” ungkap salah satu supir angkutan barang kepada Balanganews.com, pada sore hari ini, Rabu (17/6/2026).
Tambahnya, selain menghambat mobilitas masyarakat pengguna jalan, kemacetan panjang juga akan menghambat distribusi logistik kebutuhan masyarakat serta dunia usaha yang bergantung dengan jalan darat. (Sam)





