Balanganews.com
Home » Nasional » Mahasiswa BBK UNAIR Ubah Sekam Padi Jadi Energi Alternatif di Desa Bakalrejo
Nasional

Mahasiswa BBK UNAIR Ubah Sekam Padi Jadi Energi Alternatif di Desa Bakalrejo

Img 20260124 Wa0061

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong pemanfaatan limbah pertanian melalui Lokakarya BriPadi, pelatihan pembuatan briket berbahan dasar sekam padi, yang digelar di Balai Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi upaya konkret mahasiswa BBK 7 yang bertugas di Desa Bakalrejo untuk mengubah limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.

Lokakarya BriPadi mendapat sambutan antusias dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, Karang Taruna, hingga ibu-ibu PKK dari Dusun Singgang, Klubuk, Bakalan, dan Celengan.

Antusiasme warga tidak terlepas dari kondisi Desa Bakalrejo sebagai wilayah dengan produksi padi yang tinggi, sehingga setiap tahun menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Kelompok BBK 7 Universitas Airlangga, Eleazar Josiah Tirtakusuma, serta Sekretaris Desa Bakalrejo Achmad Zainudin yang mewakili Kepala Desa.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan materi dari anggota kelompok BBK 7, Nuni Azizah dan Yohanes Rafhael Cristoper, mengenai BriPadi sebagai briket ramah lingkungan yang dinilai lebih ekonomis, memiliki daya bakar lebih lama, serta dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil.

“Selama ini sekam padi belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Yohanes saat diwawancara. “Jika diolah menjadi briket, tentunya dapat menambah nilai guna dan nilai ekonomis bagi warga setempat.”

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan briket, mulai dari proses penyangraian sekam padi, penghalusan bahan, pencetakan, pengeringan, hingga tahap pengemasan.

Warga Desa Bakalrejo, Jugry, mengapresiasi pelaksanaan lokakarya tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain ramah lingkungan, briket dari sekam padi juga bisa menjadi peluang UMKM dan menambah penghasilan keluarga,” katanya.

Melalui Lokakarya BriPadi, mahasiswa Universitas Airlangga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membekali masyarakat keterampilan berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.

Pemanfaatan sekam padi menjadi briket BriPadi diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat bahwa limbah pertanian tidak hanya berpotensi menjadi sumber energi alternatif, tetapi juga sumber penghasilan baru bagi warga desa. (asp)

Berita Terkait