Karya: Rahmi NF
Di sudut meja, mesin ketik jadul terdiam
Tubuh besinya menyimpan banyak kalimat
Setiap tombol pernah ditekan dengan niat
Mengabadikan pikiran sebelum sempat ragu atau tamat
Bunyi tak-tak dulu mengisi ruang sunyi
Menjadi saksi lahirnya surat dan cerita
Tak ada hapus, tak ada ulang sekali
Setiap salah adalah jejak yang tetap ada
Mesin ketik jadul tak mengenal cepat
Ia mengajarkan sabar dan teliti
Bahwa kata-kata perlu dipikir matang
Sebelum berani menetap di kertas putih
Kini ia tinggal kenangan di balik debu
Namun jiwanya masih hidup di setiap huruf
Mengingatkan bahwa tulisan bukan sekadar hasil akhir
Melainkan proses, bunyi, dan keberanian yang jujur
Palangka Raya, 2026
